Tabanan Kembangkan Strategi dan Inovasi Dorong Ekonomi Lokal

Micom
20/3/2018 16:25
Tabanan Kembangkan Strategi dan Inovasi Dorong Ekonomi Lokal
(Ist)

PEMERINTAH Kabupaten Tabanan melakukan kerja sama Kemitraan Proyek Inovasi RIF Tahap I dengan Cowater Sogema dalam hal percepatan meningkatkan iklim usaha, meningkatkan penanaman modal, dan mendorong ekonomi inovatif.

Dengan kerja sama tersebut, Pemkab Tabanan akan mendapatkan dukungan berupa fasilitas dan pelatihan dari Pemerintah Pusat yang bermitra dengan Pemerintah Kanada melalui National Support for Local Investement Climates (Nselred). Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri langsung oleh Direktur DTTP Bappenas, Sumedi Andono, di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta, Selasa (20/3).

"Saya mengucapkan bersyukur dan berterima kasih yang telah diberikan atas kesempatan sekaligus pengetahuan tentang mengelola sumber daya yang kami miliki. Karena bentuk apa pun program tersebut jika kita tidak siapkan SDM maupun pendanaannya, maka suatu program tidak akan berjalan dengan sempurna. Maka dari itu kami sangat merespons baik program kerja sama ini dan kami telah menandatangani MoU kerja sama program RIF dalam pengembangan ekonomi lokal yang ada di Tabanan," ujar Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, Selasa.

Program RIF merupakan program yang akan beroperasi selama tiga tahun untuk mendukung proyek-proyek yang ada di kabupaten terpilih. Pada tahun ini, RIF telah memilih enam kabupaten yang lolos uji proposal inovatif yang telah diajukan.

Pemkab Tabanan sendiri telah mengajukan program yang diberi nama Nikosaki, yaitu pengembangan sektor pertanian agribisnis nira, kopi, salak, dan kelapa yang menjadi unggulan di Tabanan.

Selain itu, Pemkab Tabanan juga mengembangkan ekonomi inovatif melalui pengolahan hasil tani yang dimiliki.

"Tabanan memiliki program 1 desa 1 produk unggulan untuk itu kami akan terus melatih petani kita agar menjadi mandiri yang tentunya didukung oleh BUMDes yang kami miliki. Selain itu dalam pengolahan ada strategi yang meningkatkan ekonomi inovatif misalnya beras itu dijual tidak hanya dalam bentuk beras melainkan sudah diolah dalam bentuk lain seperti teh beras merah sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi," papar Eka.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja, menyampaikan dukungannya terhadap kerja sama tersebut.

"Program kerja sama ini merupakan dukungan diberikan agar kami dapat mengolola SDM dengan baik. Terutama dalam memberdayakan SDM kesetaraan gender seperti mengajarkan para wanita tani tidak hanya untuk mengolah sesuatu menjadi produk nilai tambah melainkan kita juga akan membantu untuk menjamin pasarnya melalui BUMDes sesuai rencana bisnis, kemudian dibeli oleh BUMDa, sehingga kita bisa menyelesaikan seluruh permasalahan dari hulu ke hilirnya," tutur Bagus Wiratmaja.

Sementara itu, Direktur DTTP Bappenas juga memberikan apresiasi kepada seluruh Pemerintah Daerah yang telah berhasil menjadi penerima bantuan Responsive Innovation Fund (RIF) tahap pertama.

"Pertemuan hari ini merupakan komitmen untuk membangun desa dari kerjasama yang dilakukan oleh Pemerintah Kanada bersama Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan setiap daerah pasti memiliki potensinya masing-masing untuk itu kita harus melatih kemampuan kita dalam membangun daerah bukan kerjasama dengan bantuan dana melainkan kerjasama untuk mengelola agar SDM menjadi lebih produktif dan mendukung keunggulan daerah sehingga menjadi unggulan yang kompetitif," jelas Sumedi. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya