Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH warga yang tergabung dalam Sekeha Teruna (Kelompok Pemuda) Dharma Laksana, Banjar Kaja Panjer, Kota Denpasar, Bali, membuat ogoh-ogoh (ogah-ogah/boneka raksasa berkepribadian Bhuta Kala) yang dapat digerakkan dengan menggunakan koneksi internet.
"Untuk menyambut Nyepi tahun ini (ogoh-ogoh) mampu digerakkan secara online dengan menggunakan fitur Google Assistant yang terpasang pada ponsel pintar," ujar perancang sistem tersebut, Made Dwi Krisna, di Denpasar, kemarin.
Made Dwi Krisna mengatakan ogoh-ogoh berjudul Siwa Sarabha itu dapat menerima perintah suara yang dikirimkan operator ogoh-ogoh dengan fitur Google Assistant dengan menggunakan ponsel pintar. Kemudian ogoh-ogoh menerjemahkan perintah itu menjadi gerakan.
"Saya merakit komponen-komponen yang ada dalam ogoh-ogoh seperti alat penerima dan pengolah pesan modem nirkabel, ethernet shield, relay, arduino dan dimmers sekitar dua minggu," katanya seperti dilansir Antara.
Made Dwi Krisna menjelaskan cara pengoperasian ogoh-ogoh berteknologi internet tersebut ialah menghubungkan ogoh-ogoh dan ponsel pintar dengan koneksi internet. Setelah itu, operator membuka fitur Google Assistant dalam ponsel pintar dengan memberikan perintah suara.
Setelah itu, suara diolah oleh komponen yang ada di dalam ogoh-ogoh dan kemudian ogoh-ogoh dapat bergerak sesuai dengan perintah yang diberikan.
Di dalam ogoh-ogoh juga terdapat alat hidraulis dan baling-baling drone yang berfungsi sebagai penggerak.
Made Dwi Krisna menambahkan, ogoh-ogoh yang menghabiskan dana pembuatan sekitar Rp25 juta tersebut tidak dapat diikutkan lomba ogoh-ogoh tingkat Kota Denpasar dan dibuat hanya untuk menyalurkan kreativitas dan inovasi pemuda di wilayah Banjar Kaja Panjer.
"Kami sudah menang lomba ogoh-ogoh dua tahun berturut-turut. Ada aturan kalau sudah menang dua kali, tidak dapat ikut lomba lagi selama dua tahun. Tapi kami membuktikan kalau kami tetap berinovasi dalam membuat ogoh-ogoh," ujar Made Dwi Krisna.
Sebelumnya, Sekeha Teruna Dharma Laksana juga rutin menambahkan inovasi teknologi dalam pembuatan ogoh-ogoh setiap menjelang Hari Raya Nyepi.
"Dua tahun lalu kami membuat ogoh-ogoh yang digerakkan dengan koneksi bluetooth. Tahun lalu, ogoh-ogoh kami dapat bergerak dengan sensor frekuensi suara. Tahun ini kami membuat ogoh-ogoh yang bisa bergerak dengan koneksi internet," ujar Made Dwi Krisna.(S-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved