Takut Keracunan Limbah Kimia, Warga Enggan Konsumsi Ikan dan Sayur

Hamdi Jempot
15/3/2018 19:08
Takut Keracunan Limbah Kimia, Warga Enggan Konsumsi Ikan dan Sayur
(ANTARA)

WARGA adat di dataran tinggi, Desa Wai Ngapan, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Maluku, kini tidak mau mengonsumsi ikan dan sayur mayur dari dataran rendah kawasan Gunung Botak dan Teluk Kayeli.

Warga khawatir mengonsumsi sayur mayur dan hasil laut dari wilayah itu karena ditakutkan tercemar limbah bahan kimia, merkuri, dan sianida sebagai dampak penambangan ilegal menggunakan bahan kimia dari Gunung Botak.

"Semua masyarakat yang ada di pegunungan orang jual seperti buah, sayuran tidak mau beli karena takut keracunan. Begitu juga dengan ikan-ikan yang masuk ke dusun kami juga tidak mau dibeli karena itu sudah keracunan. Kami tidak maujadi korban," kata Kepala Desa Wai Ngapan, Anton Nurlatu, kepada wartawan di Kantor Desa Wai Ngapan, Kamis (15/3).

Kekhawatiran warga terjadi karena Jumat (9/3) tiga ekor kerbau milik petani mati mendadak setelah minum limbah bahan kimia tak jauh dari lokasi pengolahan emas sistem rendaman menggunakan bahan kimia merkuri dan sianida di dataran rendah Kecamatan Waelata.

Kemudian pada Minggu (11/3) ditemukan juga satu ekor kerbau mati di Teluk Kayeli yang diduga keracunan bahan kimia dari Gunung Botak. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya