Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Daerah Bali mengerahkan 5.630 personel untuk mengamankan kegiatan pawai ogoh-ogoh (boneka raksasa) di Pulau Dewata, saat malam 'Pangerupukan' atau sehari sebelum perayaan Hari Raya Nyepi.
"Dalam pengamanan ini, pihak kepolisian mengedepankan kegiatan preventif yang didukung dengan kegiatan preemtif, intelijen, dan penegakan hukum," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja, di Denpasar, Rabu (14/3).
Ia mengatakan, upaya pengamanan pawai ogoh-ogoh ini akan dilaksanakan secara 'all out' mengingat perayaan Hari Raya Nyepi bersamaan dengan tahap kampanye Pilkada serentak di Bali sehingga situasi tetap aman dan kondusif.
"Ada 6.347 ogoh-ogoh di seluruh Bali yang akan diarak pada saat malam Pengrupukan. Pengamanannya ini juga dibantu 22.000 pecalang se-Bali bersama stakeholder lainnya," kata mantan Kasat Reskrim Polres Gianyar ini.
Perwira lulusan Akpol Tahun 1993 ini mengimbau masyarakat agar pawai ogoh-ogoh tidak diwarnai kekerasan atau tindak pidana.
"Seluruh masyarakat Bali agar ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing dengan saling menghormati dan menghargai antarumat beragama," ujarnya.
Rangkaian kegiatan Hari Raya Nyepi di Bali sudah mulai terlihat, karena sebagian besar umat Hindu melaksanakan kegiatan ritual Melasti mulai 13-15 Maret 2018.
Pada saat kegiatan ritual Melasti, umat Hindu di Pulau Dewata akan menyucikan sarana upacara ke pantai atau sumber mata air. Kemudian pada 16 Maret 2018, masyarakat akan melaksanakan Kegiatan Ritual Tawur Agung Kesanga (Penyucian Alam Semesta) yang dilanjutkan dengan mengarak ogoh-ogoh.
Selanjutnya pada 17 Maret 2018, masyarakat akan merayakan Hari Raya Nyepi dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian.
"Keesokan harinya, seluruh umat Hindu akan melaksanakan Ngembak Geni," katanya. (Ant/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved