Perang terhadap Sampah Digalakkan di Bali

Micom
13/3/2018 18:32
Perang terhadap Sampah Digalakkan di Bali
(Ist)

BUPATI Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti, menghadiri rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (13/3).

Rapat itu juga turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Pertemuan kali ini merupakan pernyataan perang terhadap sampah.

"Di rapat koordinasi tadi, kami sepakat untuk menyatakan perang terhadap sampah di Bali. Kami akan membetuk tim yang beranggotakan Kementerian Maritim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen Perhubungan Laut, Kapolda Bali, TNI AL, World Bank, dan para kepala daerah se-Bali", tuturnya.

Eka berkomitmen, program tersebut akan selesai sebelum Annual Meeting IMF-World Bank di Bali. Tim terbentuk nantinya akan mengedukasi hotel dan tempat pariwisata untuk mengurangi penggunaan plastik, melakukan pelatihan kepada masyarakat tentang daur ulang sampah dan cara mengubah sampah menjadi energi.

Selain itu, tim tersebut akan rutin melakukan patroli laut. Bagi membuang sampah sembarangan akan didenda sebesar Rp500 ribu.

"Bali adalah tujuan wisata jadi rentan sekali dengan sampah, dengan kerja sama tim ini, saya yakin saat Annual Meeting IMF-World Bank Bali sudah kembali bersih dari sampah," katanya.

Eka menambahkan, Kemenko Marirtim dan Bank Dunia akan memfasilitasi Tabanan dalam membangun wave energy yang di antaranya mengubah sampah menjadi energi listrik dan energi biodiesel.

"Selanjutnya kami akan melakukan pembahasan lebih dalam dan perlu disepakati bersama, karena dibutuhkan persiapan lahan 10 hektare dan suplai sampah 400 ton per hari," ujar Eka.

Dengan adanya program kerja sama, Eka berharap Bali dapat menjadi contoh untuk provinsi lainnya dalam menanggulangi sampah. Tabanan sendiri saat ini sudah mempunyai 19 bank sampah dan salah satu bank sampah menjalin kerja sama dengan pabrik plastik. Sehingga sampah dapat menjadi barang yang dapat digunakan kembali dan menjadi manfaat.

"Kami juga menggerakkan sampah menjadi ekonomi kreatif dengan me-reduce sampah," kata Bupati Tabanan.

Di sisi lain, Menko Luhut mengatakan isu sampah sekarang sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Pihaknya pun akan bersinergi dengan semua pihak untuk melakukan pembersihan sampah di Bali yang saat ini sudah menarik perhatian dunia.

"Dengan mengundang banyak pihak seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Perhutanan, perwakilan dari Dirjen Perhubungan Laut, perwakilan dari ITB, Mutiara R Putri, TNI AL, Kapolda Bali, World Bank kita bersama mencari cara dalam mengatasi permasalahan sampah yang salah satu solusinya dengan mengubah sampah menjadi energi," tutur Luhut. (RO/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya