Tour de Bintan 2018 Tonjolkan Panorama Eksotis Lagoi Bay

Micom
10/3/2018 10:05
Tour de Bintan 2018 Tonjolkan Panorama Eksotis Lagoi Bay
(FOTO ANTARA/Nwa Kanu)

PERNAH dengar Lagoi Bay di Bintan? Destinasi yang populer dengan Tour de Bintan? Nah, pada 23-25 Maret 2018 nanti coba deh datang ke pulau eksotis yang berada di Kepulauan Riau itu. Ada lomba balap sepeda Tour De Bintan 2018 yang siap digelar.

Destinasi bahari yang keren hingga landmark kota modern seperti di Singapura dipastikan siap menyapa seluruh pelancong dunia. Soal panorama, dijamin paten. Seluruh peserta lomba pun dijamin bisa berkompetisi sambil menjelajah destinasi wisata keren. Buktinya, Lagoi Bay serta Kijang disiapkan menjadi lintasannya.

"Lagoi Bay sudah mendunia namanya. Di Tour de Bintan 2018, pesona itu akan kembali kita ekspos," kata Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Luki Zaiman Prawira, beberapa waktu lalu.

Popularitas evennya pun sudah mendunia. Tour de Bintan sudah punya pamor dan audiens, serta nama besar. Di 2017 saja, Tour de Bintan sudah masuk dalam kalender balap sepeda dunia untuk kategori Grand Fondo World Series. Jumlah pesertanya pun semakin meningkat. Pada 2016 ada 824 peserta, kemudian 2017 naik menjadi 1.045 dan diikuti 40 negara. Dan tahun ini, jumlahnya diyakini bakal lebih banyak lagi.

"Tahun ini negara terbanyak berasal dari Singapura sebanyak 20%, yang kedua dari Inggris sebanyak 16%, yang ketiga dari Australia sebanyak 12%. Sisanya 35% dari berbagai negara. Peserta Indonesia sendiri sebanyak 14%," tambah Luki.

Bagi komunitas penggila balap sepeda dan turis-turis Singapura, ini merupakan even yang sangat menyenangkan. Hanya di Bintan, semua pembalap bisa berkompetisi sambil menjelajah destinasi wisata keren. Karenanya, di edisi 2018 ini daya tariknya akan dieksplorasi. Penambahan jalur dilakukan. Destinasi keren lainnya juga ikut diperlihatkan.

"Saya jamin bakal enjoy. Di 2018 ada Jalan Raya Kijang yang kita tambahkan sebagai jalur baru. Kita ingin mengenalkan lintasan Kijang. Kijang memiliki gedung-gedung unik seperti Gedung Tanjak dan masjid yang indah. Jalannya juga cukup baik menjadi jalur lintasan pesepeda," tambahnya.

Start kompetisi dimulai dengan kategori Individual Time Trial sepanjang 17 kilometer. Rute yang memutari kawasan wisata Lagoi Bay tersebut bakal memanjakan mata peserta. Resor mewah, lapangan golf kelas dunia, pusat pertokoan modern berbalut alam yang asri hadir memanjakan para pembalap dunia.

Setelah menjelajah Lagoi Bay, keesokan harinya, seluruh rider diajak menerabas etape I. Semua akan diajak berpetualang di jalur 144 kilometer. Setelah start dari Simpang Lagoi, peserta akan diajak berkompetisi sambil menikmati panorama eksotis di kawasan pariwisata Trikora.

Di sini, lagi-lagi para peserta akan dimanjakan dengan suguhan panorama yang keren. Nuansa pantai berpasir putih, hutan yang asri serta perkotaan bakal menemani para rider sepanjang jalur perlombaan. Belum lagi batu batu besar yang ciamik di sepanjang Pantai Trikora. Setelah itu semuanya digiring melintasi Berakit, Kawal, dan Bintan Buyu. Dan garis finisnya mengarah ke Simpang Lagoi.

Etape II juga tidak kalah seru. Jalur sepanjang 111 kilometer siap menunggu untuk ditaklukkan. Setelah start dari Nirwana Gardens, peserta akan kembali diajak menikmati keindahan Gunung Bintan, Busung, Tanjunguban, dan Sekera, sebelum finis di Nirwana Gardens.

"Untuk kategori discovery, rutenya 55 km. Startnya dimulai dari Bandar Bintan Telani dan mengambil finis di Nirwana Gardens. Dijamin keren. Ada panorama pantai, bukit, perkotaan, dan hutan yang bakal menemani sepanjang perlombaan," terang Luki.

Perhelatan Tour de Bintan disambut positif Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurut dia, pariwisata olahraga efektif untuk mempromosikan wisata di Indonesia.

"Sport tourism efektif karena nilai media value, atau media branding-nya tinggi. Media value yang didapat minimal bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang, karena dipromosikan oleh media nasional dan internasional sebelum, sesaat, dan sesudah acara," kata Arief dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/3).

Lebih jauh Menpar menegaskan bahwa memang pemerintah daerah (Pemda) butuh modal besar di awal. Dan ini sebuah pengorbanan.

"Tapi memang seperti itu biasa. Uniknya sport tourism ini modalnya tidak hanya dari Pemda, akan banyak sektor yang terlibat," ujar Menpar seraya menjelaskan modanya bisa diperoleh melalui tiket, merchandise, dan juga sponsor karena publikasi akan sangat besar. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya