Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan, angka kematian ibu dan bayi saat proses melahirkan cukup mencemaskan. Pemicunya akibat telat penanganan medis lantaran BPJS sudah tidak aktif.
"BPJS yang tidak aktif itu tidak segera dikomunikasikan ke kami," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Malang, Asih Tri Rachmi Nuswantari, kepada Media Indonesia, di Malang, Sabtu (10/3).
Asih menceritakan baru-baru ini ada temuan kasus seorang ibu akhirnya meninggal dunia saat melahirkan. Dalam kasus itu terjadi keterlambatan penanganan usai dirujuk ke rumah sakit. Setelah ditelusuri, ternyata kartu BPJS pasien sudah tidak aktif.
"Ini ironis," ujarnya tanpa menyebut rumah sakit yang dimaksud.
Karenanya, Asih merasa prihatin dengan masih banyaknya angka kematian ibu saat melahirkan setahun belakangan mencapai 14 kasus. Sedangkan kematian bayi sebanyak 70 kasus.
Banyaknya kasus itu, lanjutnya, karena preeklamsi atau seorang ibu mengalami hipertensi. Tekanan darah tinggi saat melahirkan ditambah keterlambatan penanganan itu memicu risiko kematian.
"Padahal 12 kilometer dari ujung ke ujung di Kota Malang kan banyak puskesmas dan rumah sakit. Tapi mengapa bisa terlambat penanganan?" katanya.
Menurutnya, risiko kematian seharusnya bisa dicegah, apalagi kasusnya hanya lantaran biaya atau BPJS tidak aktif.
Berpijak dari kasus itu, Asih menyatakan sudah melakukan berbagai upaya. Pihaknya menganalisa secara lengkap setiap kasus untuk selanjutnya mengeluarkan kebijakan.
"Bagi warga miskin, biaya BPJS ditanggung Dinkes dengan catatan ada surat pernyataan miskin," pungkasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved