Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIRI sekaligus Dewan Pembina Yayasan Wisnu yang bergerak di bidang lingkungan, Made Suarnatha, mengatakan, masalah sampah di perairan Nusa Penida Kabupaten Klungkung, Bali, ialah merupakan bentuk akumulasi dari belum maksimal dan terintegrasinya penanganan sampah di darat.
"Itu (sampah di laut) adalah bentuk akumulasi belum maksimalnya penanganan sampah di darat," ujar Suarnatha saat dihubungi Sabtu (10/3).
Suarnatha menganalogikan sampah di laut itu sebagai penyakit kanker, yang diawali dari masalah-masalah kecil yang tak tertangani dengan baik seperti di got. Sehingga pada waktunya akhirnya bermuara ke laut.
Terkait adanya akibat kiriman, menurut Suarnatha tidak bisa dijadikan alasan. Memang berbagai daratan diakui terkoneksi melalui laut.
"Tapi pastikan dulu penanganan sampah di darat sudah baik," ujar pegiat lingkungan sejak 1992 ini.
Dalam penanganan masaah sampah yang dinilai makin kompleks, menurut Suarnatha harus terintegrasi dengan sistem yang jelas. Mulai dari pemilahan, daur ulang, komposing, hingga yang terkait dengan tata ruang. Dan yang penting lagi, tiap orang sebagai penghasil sampah juga harus bertanggung jawab atas sampahnya.
Selama ini upaya-upaya penyadaran yang muncul di media, sekolah maupun dalam bentuk aktivitas peduli lingkungan seperti bank sampah dinilai sudah cukup baik namun belum maksimal dan terintegrasi.
Di tempat terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Kirana mengatakan sampah di laut itu tidak hanya berasal dari wilayah klungkung saja tapi juga dari daerah lain.
"Sampah ini juga kirian dari daerah lain, jadi bukan dari Klungkung saja," ujarnya.
Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida, Komang Kariawan, mengatakan, kepungan sampah itu rutin terjadi tiap tahun bertepatan dengan gemombang pasang dan musim hujan.
"Biasanya banyak pada Maret dan Agustus dan banyak sampah kiriman," ujarnya sembari mengakui belum ada petugas khusus untuk penanganan sampah di laut, namun perlu ada gerakan bersama.
Sejauh ini sampah di laut belum pengaruhi wisata bahari di Nusa Penida.
"Kunjungan tidak terpengaruh. Tapi tetap banyak termasuk yang diving," ujar Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved