Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEKAN lalu, Erzaldi Rosman Djohan berkeluh kesah di depan sejumlah pejabat dan pakar yang datang ke Graha PT Timah di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Bukan soal pribadi maupun tugasnya sebagai gubernur.
"Terus terang, sebagai gubernur saya malu karena Bangka Belitung tidak punya pahlawan nasional. Padahal, usia Provinsi Bangka Belitung sudah mencapai 18 tahun," tuturnya.
Daerah ini juga tercatat sebagai satu-satunya provinsi yang belum memiliki Pahlawan Nasional. Padahal, dalam sejarah, Bangka Belitung melahirkan dua tokoh yang punya sumbangsih terhadap perjuangan nasional, yakni Depati Amir dan Haji Abdullah Sanusi Hanandjoeddin. Depati Amir berjuang melawan Belanda di Bangka, sedangkan Hanandjoeddin merupakan sesepuh TNI Angkatan Udara kelahiran Belitung.
Atas jasa dan perjuangan mereka, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dan TNI-AU sudah mematrikan nama keduanya sebagai nama bandar udara. Depati Amir dipilih untuk bandara di Pangkalpinang dan Hanandjoeddin untuk bandara internasional di Belitung.
Itu saja belum memuaskan Erzaldi. "Sudah sepatutnya, perjuangan keduanya juga mendapat penghargaan dari pemerintah berupa gelar Pahlawan Nasional," harapnya.
Upaya Bangka Belitung memiliki Pahlawan Nasional sudah beberapa kali dilakukan. Di antaranya pada 2004, 2007, dan 2016. Setelah tidak membuahkan hasil, upaya itu kembali dilakukan tahun ini.
Diawali dengan seminar yang mengulas kepahlawanan kedua tokoh itu, yang digelar di Graha PT Timah, pekan lalu. Seminar digelar pemprov bersama Ikatan Karyawan Timah.
Sejumlah pakar dan sejarawan dihadirkan. Di antara mereka ialah Prof Bambang Purwanto, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Prof Susanto Zuhdi, Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahun Budaya Universitas Indonesia, Prof Dien Madjid, Guru Besar Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, dan juru bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi.
Dihubungi terpisah, Ketua Umum Ikatan Karyawan Timah Fauzi Trisana menyatakan seminar diharapkan dapat meningkatkan kerja sama semua komponen masyarakat di Bangka Belitung untuk bersama-sama memperjuangkan adanya Pahlawan Nasional dari daerah ini.
"Seminar ini merupakan bagian dari upaya anggota IKT yang juga masyarakat Bangka dan Belitung untuk semakin mengenalkan kedua tokoh, sekaligus melengkapi persyaratan dalam pengusulan calon Pahlawan Nasional dari daerah ini," katanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved