Populasi Anjing Liar di Pessel Meningkat, Warga Merasa Terancam

Antara
09/3/2018 20:04
Populasi Anjing Liar di Pessel Meningkat, Warga Merasa Terancam
(Dok. MI)

WARGA Pesisir Selatan (Pessel) terancam sehubungan dengan populasi anjing liar yang meningkat diperkirakan mencapai 18 ribu ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Pessel, Hazrita, mengatakan, populasi tersebut tersebar di 15 kecamatan yang ada di Pessel, dengan sasaran kumpulnya ialah pusat-pusat keramaian seperti pasar-pasar tradisional.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat memelihara hewan piaraan dengan cara dilepas liar, menjadi penyumbang percepatan polulasi anjing liar menjadi tinggi di daerah itu.

"Karena musim kawin anjing terjadi dua kali dalam satu tahun, sehingga dengan masih cenderungnya masyarakat melepas anjing secara liar, membuat populasinya sulit terkendali. Bahkan, saat ini sudah mencapai 18 ribu ekor di daerah ini," bebernya di Pessel, Sumatra Barat, Jumat (9/3).

Dikatakannya, karena memiliki populasi yang banyak dan sulit terkendali, anjing liar itu menimbulkan ancaman keselamatan bagi warga.

"Sebab anjing liar yang tidak dipelihara secara baik itu, memiliki risiko yang sangat besar tertular virus rabies. Bila menggigit manusia, maka bisa berisiko kematian," jelasnya.

Diungkapkanya bahwa pada tahun-tahun sebelumnya pihaknya melalui petugas selalu melakukan eliminasi terhadap anjing liar.

"Hal itu tidak lagi bisa dilakukan tahun ini. Sebab, eliminasi terhadap anjing liar, tidak lagi dibolehkan karena dinilai melanggar kode etik kebinatangan. Saya katakan demikian, sebab 2017 lalu, kita melalui petugas sukses melakukan eliminasi terhadap anjing liar sebanyak 1.900 ekor, dari 3.200 ekor yang ditargetkan," terangnya.

Agar risiko tertular oleh virus rabies bisa diminimalisasi di masa mendatang, masyarakat pemilik hewan piaraan diminta untuk melakukan vaksin terhadap hewannya itu.

"Imbauan ini saya sampaikan, sebab di tahun ini Disnakeswan Pessel juga mengalokasikan 5.500 dosis vaksin rabies melalui APBD. Jumlah ini sama dengan tahun sebelumnya," tutup Hazrita. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya