Startup Kuliner Nusantara Siap Rambah Pasar Global

Bagus Suryo
09/3/2018 19:46
Startup Kuliner Nusantara Siap Rambah Pasar Global
(MI/TAUFAN SP BUSTAN)

RATUSAN pengusaha rintisan (startup) kuliner Nusantara di Malang raya meliputi Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu, Jawa Timur, menyatakan siap go international atau global melalui food startup Indonesia.

Mereka antusias lantaran pada kegiatan sama yang dihelat Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sejak 2016, berhasil menarik minat sejumlah investor.

"Kami fasilitasi mereka untuk scale up dengan mentoring bersama ahli kuliner Indonesia, pelaku usaha, dan investor," tegas Direktur Akses Nonpermodalan Bekraf, Syaifullah kepada wartawan di Malang, Jumat (9/3).

Mereka yang mendaftar harus menyertakan data lengkap model bisnis dan data perkembangan bisnis. Nantinya bakal diseleksi oleh tim.

Setelah itu, mereka dibekali kemampuan pitching melalui mentoring dan pameran produk pada ekspo di Surabaya. Di situ lah, para investor akan melihat langsung produk yang siap masuk pasar global tersebut.

Sejauh ini, Bekraf bekerja sama dengan Salim Group untuk dukungan pemasaran, filantropi, dan investor. Termasuk memberikan akses pembiayaan kepada para startup kuliner. Sedangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan kemudahan sertifikat persyaratan produk agar bisa masuk pasar modern.

Kasubdit Dana Masyarakat Bekraf, Hanifah Makarim, menyatakan, membutuhkan tiga tahun untuk mengembangkan usaha rintisan karena hambatan modal. Namun dengan food startup Indonesia diharapkan mempercepat tumbuh dan berkembangnya usaha kuliner para startup setelah terhubung dengan investor.

"Investasi memang tidak bisa cepat kendati memiliki prospek bisnis yang bagus. Investasi itu perlu proses, tapi Bekraf siap memberikan pembinaan dan fasilitasi," tegasnya.

Hanifah mengungkapkan, sejauh ini para pengusaha dalam negeri sudah menanamkan investasi pada sejumlah produk. Akhirnya, bisnis yang semula rintisan, kini menjadi berkembang dengan pasar lebih luas.

Investasi produk kuliner pun tumbuh positif selama dua tahun terakhir. Sebanyak 20% dari peserta yang mengikuti perhelatan serupa tahun lalu, menikmati manfaat. Sejumlah produk lokal mulai dilirik sekitar 100 investor dengan pemasaran menjangkau seluruh Tanah Air.

Suntikan permodalan dan pemasaran lebih luas yang selama ini menjadi hambatan, lanjutnya, kini mulai terurai. Sebab, sudah banyak startup kuliner berhasil dalam mengembangkan bisnis setelah mengikuti food startup Indonesia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya