Anak-Anak dan Perempuan selalu Jadi Korban Bencana

Supardji Rasban
09/3/2018 17:04
Anak-Anak dan Perempuan selalu Jadi Korban Bencana
Sejumlah siswa SD membersihkan halaman sekolah pasca erupsi Gunung Sinabung, di Desa Payung, Karo, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu.(ANTARA/Ahmad Putra)

ANAK-anak dan perempuan masih selalu menjadi korban dalam bencana alam maupun kemanusiaan. Hal itu disebabkan kelemahan dan ketidaktahuan anak-anak dan perempuan dalam menghadapi bencana.

Asisten Deputi Situasi Darurat dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Valentina Gintings di Brebes, Jawa Tengah, mengaku prihatin terhadap kondisi itu.

Dia membandingkan penanganan bencana di Jepang dengan Tanah Air. Di mana, setiap anak di Jepang sudah memahami penanganan bila terjadi gempa. Seperti, berlari ke kolong meja atau ke titik kumpul yang diarahkan oleh orang dewasa.

"Di Jepang, pada setiap pertemuan didahului dengan pengenalan area gedung dan tata cara penyelamatan diri. Misal, di mana titik kumpul," terang Valen yang pernah mengalami gempa di lantai 9 sebuah gedung di Jepang.

Valentina menambahkan, ketika gempa melanda Jakarta, yang terjadi adalah kepanikan serta tidak ada yang mengarahkan warga ke titik kumpul.

Belum lagi, sambung Valentina, penanganan korban pascagempa. "Yang lebih sulit adalah, bagaimana menghilangkan trauma pasca bencana," ujar Valen.

Proses kejiwaan anak-anak dan wanita yang belum siap menghadapi bencana, dia yakini terguncang. "Bagaimana tidak kaget, bila tengah malam tiba-tiba terjadi gempa, banjir, dan perang," ucapnya.

Untuk itu, kata Valentina, perlu dilakukan pelatihan perlindungan terhadap bencana sejak masih dini.

Selain itu, tambah Valentina, dampak gempa tidak jarang berjangka waktu lama. Seperti, warga yang menjadi pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung di Sumatra Utara.

"Saya tidak bisa membayangkan 700 warga Sinabung mengungsi hingga lebih dari tujuh tahun. Termasuk di Brebes, pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana butuh waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit." (N-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Henri Siagian
Berita Lainnya