Pelaku Pengrusakan Kapel di Ogan Ilir Harus segera Diusut

Dwi Apriani
08/3/2018 19:36
Pelaku Pengrusakan Kapel di Ogan Ilir Harus segera Diusut
(Foto Istimewa)

TERKAIT dengan adanya pengrusakan kapel Santo Zakaria di Desa Mekar Sari, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, pada Kamis (8/3) dini hari, Gubernur Alex Noerdin angkat suara. Ia meyakinkan bahwa pengrusakan kapel itu murni merupakan tindakan kriminalitas.

"Saya sudah koordinasi dengan kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan pemuka agama di Sumsel atas kasus ini. Dan sekarang sedang didalami siapa pelaku dan motifnya apa," kata Alex.

Ia menerangkan, kapel tersebut biasanya menampung sekitar 60 orang jemaah kristiani untuk beribadah. Ditegaskan Alex, pengrusakan kapel ini adalah faktor kriminal dan tidak ada keterkaitan dengan unsur SARA. Sebab, menurut Alex, sejak dulu hingga kini Sumsel terkenal dengan zero konflik yang mana kerukunan dan kedamaian tercipta dan dijaga oleh semua pihak.

"Sumsel ini zero conflict. Jika (pelaku) nanti sudah ditangkap maka kita akan memberi efek jera tentunya. Kasus ini sudah diambil alih Kapolda Sumsel. Ini sudah masuk ranah pidana, kami sudah meminta agar kepolisian mendalami jika memang ini ada yang menyuruhnya," ucapnya.

Atas kejadian ini, Gubernur menegaskan bahwa tidak terjadi kecolongan bagi pemda dan penegak hukum. Sebab, sampai saat ini situasi di Sumsel masih tenang. Ia juga telah meminta agar Bupati atau Wali Kota dapat menjaga wilayah masing-masing.

"Saya tidak khawatir masalah ini dapat merusak kesiapan Asian Games. Karena memang Sumsel selama ini selalu bersatu padu menjaga kedamaian dan ketenteraman daerahnya," ungkap dia.

Sementara Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumsel, Hendra Zainuddin, mengatakan, bersama seluruh jajaran FKUB sudah turun ke lapangan dan mencari tahu permasalahan ini.

"Koordinasi antarlembaga di Sumsel ini luar biasa bagus, ketika ada masalah seperti ini, semua merapat dan berkoordinasi," terangnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi terkait motif yang melatarbelakangi peristiwa pengrusakan di kapel tersebut. Ia menegaskan, pihaknya masih menyelidiki perkara tersebut.

"Sudah saya perintahkan Dir Intel, Kapolres, dan Kapolsek setempat untuk menyelidiki secara intensif," ujarnya.

Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dan jangan percaya akan desas-desus yang beredar, selain hasil penyelidikan kepolisian. Ia pun meminta agar masyarakat tidak terprovokasi oleh isu-isu yang beredar secara cepat dan luas, sebelum informasi tersebut terklarifikasi.

"Sementara situasi aman terkendali. TNI dan Polri pun tetap menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. Kita sama-sama menjaga kondusivitas. Sementara penyelidikan mohon dipercayakan saja kepada aparat. Akan kami ungkap segera," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya