Presiden Targetkan 2025 Semua Bidang Tanah di Indonesia Bersertifikat

M Yakub
08/3/2018 19:26
Presiden Targetkan 2025 Semua Bidang Tanah di Indonesia Bersertifikat
(ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

PRESIDEN Joko Widodo menargetkan semua bidang tanah di Indonesia sudah bersertifikat pada 2025 mendatang. Sebab, sengketa lahan selama ini menjadi sumber konflik. Bahkan, tak jarang menimbulkan permusuhan dalam keluarga.

Presiden juga mengapresiasi produksi jagung Lamongan yang bisa mencapai 10,6 ton per hektare. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat kunjungan kerjanya di Lamongan, Jawa Timur, Kamis (8/3) petang.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyerahkan sebanyak 5.750 sertifikat kepada rakyat di lima kabupaten di seputar Lamongan. Antara lain, Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, Gresik, Tuban, dan Sidoarjo. Penyerahan sertifikat secara simbolis kepada 12 warga itu dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Lamongan.

Sebelum menyerahkan sertifikat secara simbolis, Presiden Jokowi meminta semua pemegang sertifikat untuk mengangkat tinggi-tinggi sertifikat mereka.

"Saya minta sertifikatnya diangkat tinggi-tinggi, biar kelihatan, bahwa 5.750 sertifikat sudah benar-benar diserahkan kepada rakyat. Supaya tidak seremonial, hanya kepada 12 orang saja," katanya.

Presiden kemudian menceritakan ikhwal kengototannya agar semua bidang tanah di Indonesia sudah bersertifikat pada 2025. Menurut Jokowi, sengketa lahan selama ini menjadi sumber konflik. Bahkan, membuat permusuhan dalam keluarga.

"Tahun lalu, Pak Menteri (Sofyan Djalil) saya targetkan bisa merampungkan 5 juta sertifikat. Jika tidak tercapai, pilihannya cuma dua, dicopot atau diganti," tandasnya.

Ia mengingatkan, agar sertifikat yang sudah diterima, dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak. Disimpan yang rapi dalam wadah plastik agar tidak cepat rusak. Kemudian difotokopi agar jika hilang, mudah pengurusannya.

Dan apabila digunakan sebagai agunan untuk pinjaman, diharapkan jangan sampai digunakan untuk kegiatan konsumtif. Di antaranya, seperti membeli mobil atau sepeda motor. Dia menyarankan agar lebih baik digunakan untuk modal usaha, agar kemudian hasil keuntungan dari usaha itu bisa untuk membeli kebutuhan.

"Namun saya yakin, itu tidak akan terjadi di Jawa Timur. Apalagi di Lamongan, yang rupanya tanahnya mampu menghasilkan jagung luar biasa," kata dia.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi prestasi Lamongan atas keberhasilan produksi jagung dengan sistem modern.

"Yang sudah dilakukan Pak Bupati (Lamongan) bagus sekali. Rata-rata produktivitas jagung di Lamongan bisa mencapai 10,6 ton per hektare. Padahal di tempat lain, hanya antara 6 hingga 7 ton per hektare," katanya menambahkan.

Pujian serupa sebelumnya disampaikan Gubernur Jatim, Soekarwo. Bahkan, Soekarwo yang menyebut Bupati Lamongan, Fadeli, sebagai Bupati Jagung.

"Kami apresiasi Pak Bupati Lamongan yang mampu menaikkan rata-rata produktivitas dari sebelumnya 6,5 ton per hektare menjadi 8,9 ton per hektare. Bahkan di kawasan percontohan rata-rata produktivitasnya mencapai dari 10,6 ton per hektare," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil, mengungkapkan, sebanyak 5.750 sertifikat yang dibagikan sore itu untuk lima kabupaten. Yakni Lamongan sebanyak 1.500, Gresik 1.500, Bojonegoro 1.500, Tuban 750, dan Sidoarjo 500.

Dia menargetkan pada 2023, seluruh tanah di Jatim sudah bersertifikat. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya