Jokowi: Peningkatan Jumlah Penerima PKH untuk Kurangi Kemiskinan

Antara
08/3/2018 18:28
Jokowi: Peningkatan Jumlah Penerima PKH untuk Kurangi Kemiskinan
(ANTARA)

PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan peningkatan jumlah penerima maupun nominal uang Program Keluarga Harapan (PKH) dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia.

"Kalau (PKH) bisa men-'cover' 10 juta penerima ini bisa menurunkan (angka) kemiskinan di bawah 9 juta, insya Allah dan kalau masuk 15 juta (penerima) dan dinaikkan rupiahnya akan menurunkan di bawah 8% kemiskinan kita, tembakan kita ke situ, arah kita ke sana," kata Presiden di Alun-Alun Kota Lamongan, Jawa Timur, Kamis (8/3).

Saat berbicara di GOR Tri Dharma Gresik dalam acara pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP), PKH, dan Bantuan Sosial Pangan Beras
Sejahtera (Rastra) hari ini, Presiden menargetkan pada 2018 dibagikan 10 juta keluarga penerima PKH senilai Rp1,89 juta.

Namun, pada 2019 ada peningkatan target penerima menjadi 15 juta keluarga dan menambah nominal PKH tersebut.

"Tahun yang lalu 6 juta, tahun ini 10 juta, rencana kita sudah masuk dalam RAPBN bertambah lagi yang terkover menjadi 15 juta, selain itu saya kemarin sudah suruh hitung lagi untuk dinaikkan rupiahnya bukan Rp1,89 juta, tapi dinaikkan apa bisa 2 kali lipat atau 50%, ini baru dalam proses penghitungan," jelas Presiden.

Peningkatan jumlah dan nominal uang tersebut karena Presiden menilai program itu sudah mulai tepat sasaran.

"Untuk apa? Pendampingan sudah baik, sasaran semakin kelihatan siapa yang disasar semakin kelihatan, ini akan menurunkan saya yakin," tambah Jokowi.

Meski demikian, ia pun mengakui masih ada sejumlah kekurangan pelaksanaan di lapangan.

"Tapi yang agak kedodoran memang yang mendampingi, tidak gampang ya pendamping-pendamping PKH itu, tidak mudah mengarahkan masyarakat untuk apa sih agar uang itu produktif, agar uang itu sesuai dengan apa yang kita harapkan," ungkap Presiden.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2017 mencapai 26,58 juta orang atau sebesar 10,12% dari total penduduk Indonesia. Angka ini turun 1,19 juta orang dari sebelumnya pada Maret 2017 sebesar 27,77 juta atau turun sebesar 0,52% jika dibandingkan dengan Maret 2017. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya