Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA bencana alam tanah longsor di Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dipastikan akibat adanya alih fungsi lahan dan sistem drainase yang buruk.
Hal itu disampaikan ahli gerakan tanah Geologi Jawa Barat, Edi Mulyadi, seusai melakukan penelitian di lokasi, Rabu (7/3).
"Oleh penduduk di sana, lahan diganti dengan pohon-pohon kecil seperti cabai. Padahal, itu bisa mempengaruhi daya fungsi tanah. Kalau dibikin ladang, bisa mempercepat proses terjadinya longsor seperti yang sekarang terjadi," ujarnya.
Bila saja tebing gunung masih ditumbuhi pohon-pohon keras, kata dia, musibah longsor di Kampung Bonjot yang mengubur dua warga setempat bisa dihindari. Kondisi tanah sekarang sudah cukup parah lantaran air hujan tidak bisa diserap tanah.
"Prediksi longsor susulan bisa saja kembali terjadi selama banyak material yang menempel di batuan tak bisa tertembus air," ungkapnya.
Sementara itu, berbagai bantuan untuk korban longsor di Sindangkerta terus berdatangan dari berbagai pihak, baik dari komunitas masyarakat, pemerintah daerah, Palang Merah Indonesia (PMI), serta partai politik.
Namun, bantuan tersebut belum dibagikan merata, khususnya kepada ratusan warga Kampung Bonjot, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, yang sudah mengungsi dua malam di bangunan sekolah PAUD yang mayoritas diisi anak-anak, ibu rumah tangga, dan lansia.
Warga menyayangkan lambatnya penyaluran bantuan dari pemerintah, padahal mereka juga terpaksa mengungsi lantaran wilayahnya terancam longsor susulan pascabencana di Desa Buninagara Senin (5/3) lalu yang menewaskan dua warga.
Siti Rokayah, 55, seorang pengungsi, mengatakan, dirinya sangat membutuhkan makanan, selimut, obat-obatan, serta makanan dan perlengkapan bayi.
"Memang kejadian longsornya di Desa Buninagara, tapi kami yang tinggal di Desa Rancapanggung turut merasakan dampaknya juga. Jadi, tolong bantuannya jangan dipilih kasih," katanya.
Di hari pertama tinggal di pengungsian, terang dia, sekitar 150 jiwa warga terpaksa tidur beralaskan karpet tanpa selimut.
"Kalau terus-terusan seperti ini, warga bakal mudah sakit," keluhnya.
Hingga hari ketiga, tim gabungan yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat, TNI, Polri, dan relawan serta masyarakat setempat masih melakukan pencarian terhadap Damah, 41, korban kedua longsor di Kampung Bonjot.
Upaya pencarian masih dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan water pump milik Basarnas. Sesuai standar operasi prosedur, tim gabungan akan melakukan pencarian selama satu pekan pascakejadian. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved