Makan Nasi Kotak Hajatan, 172 Warga Malangbong Keracunan

Kristiadi
06/3/2018 19:28
Makan Nasi Kotak Hajatan, 172 Warga Malangbong Keracunan
(ANTARA)

SERATUSAN warga Kampung Rancamaya, Desa Sakawayana, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terpaksa dilarikan ke Puskesmas setelah mengalami gejala keracunan seusai menyantap makanan dari nasi kotak hajatan pernikahan warga sekitar.

Tercatat, 172 orang mendapatkan perawatan secara intensif oleh petugas Puskesmas Malangbong, tetapi sebagian pasien sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan obat.

"Pasien yang mengalami keracunan makanan hanjatan sekitar 42 orang harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Malangbong, tetapi 130 orang lainnya harus dirawat di gedung dekat Puskesmas dan lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan obat tapi masih banyak pasien lain yang datang," ujar Komandan Koramil Malangbong, Kapten Inf Ade Armi, di Malangbong, Selasa (6/3) sore.

Ade mengatakan, gejala keracunan massal mulai diketahui sekitar pukul 14.30 WIB saat semula hanya seorang warga hingga beberapa lainnya berdatangan ke Puskesmas Malangbong. Namun, dalam rentang 3 jam, jumlah pasien semakin membeludak hingga seratusan orang dengan keluhan yang sama.

Akibatnya, proses pelayanan pun tidak bisa dilakukan di dalam Puskesmas hingga banyak di antara pasien ditempatkan di Aula Kantor Desa yang bersampingan dengan Puskesmas.

"Pasien yang dilarikan ke Puskesmas semuanya mengalami keracunan dan mereka rata-rata merasakan mual, pusing, muntah, dan buang air setelah menyantap makanan dari sebuah kotak nasi (besek) yang diberikan sejak kemarin dan lainnya baru dibagikan tadi pagi pada hajatan pernikahan yang berada di kampung tersebut," kata Ade.

Sementara itu, Camat Malangbong, Teten Sundara, mengatakan, pihaknya membenarkan telah terjadi keracunan massal para pasien yang menempati Puskesmas Malangbong, Puskesmas Citeras, dan Aula Kantor Kepala Desa Sakawaya, untuk mendapatkan perawatan. Petugas juga telah mengambil sampel berupa muntahan dan makanan yang masih utuh.

"Dari hasil keterangan pemilik hajatan pernikahan, warga yang telah mendapatkan nasi kotak berjumlah 400 paket, yang diberikan sejak kemarin dan tadi siang. Dipastikan mereka mengalami keracunan yang berasal dari makanan tersebut. Karena, sejak tadi ada beberapa perangkat desa yang hadir menyantap hidangan tapi mereka tidak mengalami keracunan dalam hidangan prasmanan," ungkapnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya