Tebing Gunung di Bandung Barat Longsor, Ibu dan Anak Tertimbun

Depi Gunawan
05/3/2018 18:18
Tebing Gunung di Bandung Barat Longsor, Ibu dan Anak Tertimbun
(MI/Depi Gunawan)

BENCANA tanah longsor menyebabkan satu rumah warga di Kampung Bonjot, Desa Buninagara, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, rata dengan tanah, Senin (5/3).

Dua orang tertimbun, satu orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal, adapun seorang lainnya masih dalam pencarian.

"Satu korban yang sudah ditemukan atas nama Puja Arianti, 14, siswi pelajar SMP. Sedangkan seorang lagi yang masih tertimbun ialah Damah, 40, ibu kandung Puja," kata Danramil 0916 Sindangkerta, Kapten Inf Furkon, di lokasi kejadian, Senin siang.

Menurut Furkon, longsor tebing Gunung Bonjot setinggi 300 meter dan lebar 200 meter terjadi Senin pagi sekitar jam 05.30 WIB setelah sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah Bandung Barat sepanjang Minggu (4/3) kemarin.

Material longsor langsung menyeret dan menghancurkan rumah korban ke hamparan sawah di bawah permukiman warga.

"Hektaran sawah warga juga ikut tertimbun material longsor," ujarnya.

Dia mengatakan, Puja ditemukan terseret sejauh 50 meter dari rumahnya. Tim gabungan yang terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR, TNI, dan Polri kini fokus mencari Damah yang diperkirakan juga telah meninggal di sekitar lokasi penemuan jenazah Puja.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, Dicky Maulana, menyebutkan, pihaknya baru fokus pencarian secara manual karena lokasi cukup sulit dijangkau alat berat.

"Sampai sore ini, kami belum menemukan tanda-tanda Damah, saya sudah hubungi K9 (anjing pelacak) untuk mencari keberadaan jenazahnya karena material tanah longsor sangat tebal, banyak batu. Kalau memungkinkan, alat berat akan didatangkan ke lokasi," ucapnya.

Tujuh kepala keluarga atau 18 jiwa harus mengungsi lantaran khawatir terjadi longsor susulan. Dia menyebutkan, luas area pencarian sekitar 200 meter.

"Tadi, korban bernama Puja ditemukan di bawah kedalaman tanah 1 meter, posisinya terjepit batu," bebernya.

Pada Senin sore, tim gabungan menghentikan sementara pencarian korban yang belum ditemukan karena kondisi cuaca di sekitar lokasi sudah tidak memungkinkan.

"Tim baru kembali bergerak melanjutkan pencarian pada Selasa pagi," Perjalanan ke lokasi cukup jauh, alat berat juga kemungkinan baru bisa dikerahkan Selasa pagi. Kami akan terus mengupayakan mencari jenazah korban," jelasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya