Puluhan Warga Sukabumi Keracunan Diduga dari Nasi Kenduri

Benny Bastiandy
28/2/2018 21:16
Puluhan Warga Sukabumi Keracunan Diduga dari Nasi Kenduri
(ANTARA)

SEDIKITNYA 53 warga Kampung Ciparanje, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, keracunan massal seusai menyantap nasi kenduri. Kondisi tersebut ditetapkan sebagai kejadian luar biasa.

Berdasarkan informasi, musibah keracunan massal itu diduga terjadi akibat warga di RT 01, 02, dan 03 di RW 15, mengonsumsi nasi saat syukuran pernikahan warga setempat, Selasa (27/2), sekitar pukul 17.00 WIB.

Menu yang disajikan terdiri atas paket nasi, sayur buncis, bihun, mi, dan goreng daging ayam. Dini hari kemarin sekitar pukul 01.00 WIB, warga yang menyantap masakan itu merasakan mual, pusing, dan muntah. Mereka sempat diperiksa di bidan desa setempat.

Namun, hasil pemeriksaan mengharuskan warga dibawa ke puskesmas. Bahkan lima orang di antara mereka harus dibawa ke IGD RSUD Sekarwangi Cibadak karena kondisinya agak parah. Sedangkan 11 orang dirawat di puksesmas dan sisanya diperbolehkan pulang.

Jumlah korban dugaan keracunan terus bertambah. Hingga akhirnya terdata sebanyak 53 orang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi membuka posko di lokasi untuk mempercepat penanganan sewaktu-waktu ada korban lain.

"Kami siapkan tiga dokter, satu perawat, dan satu petugas puskesmas keliling serta tiga orang dari dinkes," kata petugas Dinkes Kabupaten Sukabumi, Suhendar Zulkarnaen.

Posko akan dibuka selama dua hari. Suhendar mengaku sampel makanan berupa sayur buncis, mi, nasi, ayam, dan bihun dibawa ke Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi (BLKP) Jabar.

"Hasilnya akan keluar minggu depan. Total pasien yang keracunan mencapai 53 orang. Lima dirujuk ke rumah sakit, sisanya di puskesmas. Sekarang di sini (puskemas) tinggal 11 pasien lagi," terangnya.

Humas RSUD Sekarwangi Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Ramdansyah, mengatakan, lima pasien korban dugaan keracunan masih dalam penanganan medis di ruang IGD. Menurut Ramdansyah, ke lima pasien ini terdiri atas tiga orang dewasa dan dua orang anak kecil.

"Mereka adalah Rizli, 3, Andri, 2, Eti, 25, Wati, 40, dan Titih, 60," kata Ramdansyah.

Kondisi pasien mulai membaik dan diperkirakan pada Kamis (1/3) besok sudah diperbolehkan pulang ke rumah mereka masing-masing.

Dugaan keracunan juga terjadi di Kabupaten Cianjur. Sedikitnya 17 warga Cikancana Kecamatan Gekbrong terindikasi keracunan tutut (keong sawah).

"Laporan dari kapolsek, semua sudah ditangani tim dari puskesmas. Tidak sampai dibawa ke rumah sakit," kata Kapolres Cianjur AKB Soliyah, kemarin.

Warga yang diduga mengalami keracunan mengalami pusing dan muntah-muntah setelah memakan tutut yang dibelinya dari pedagang keliling.

"Sampel tutut yang dimakan warga sudah diamankan. Insya Allah semua warga berangsur membaik," tandas Soliyah. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya