Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka mendorong penguatan karakter positif siswa dalam melaksanakan Nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, yaitu revolusi mental, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar kegiatan Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara ke-3, di Kota Medan, Sumatra Utara, Rabu (28/2).
"Kemendikbud terus mendorong penguatan karakter siswa melalui program Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara, bekerja sama dengan TNI. Sekaligus wujud melaksanakan Nawacita Presiden Jokowi dan Wapres JK," kata Direktur Pembinaan SMP Kemendikbud, Supriano, pada pembukaan kegiatan tersebut, di Lapangan Yonkav 6/Serbu, Medan Selayang, Kota Medan.
Supriano mengutarakan, kegiatan Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara ini telah diselenggarakan sebanyak tiga kali, yakni di Surabaya, Jawa Timur, pada 2017. Sedangkan tahun ini di dua kota, yakni di Ambon, Maluku, dan hari ini di Medan, Sumut. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan nota kesepahaman antara Mendikbud dan Panglima TNI tahun lalu.
Di hadapan sekitar 1.000 peserta, terdiri atas siswa SMP se-Kota Medan, Supriano mengingatkan siswa dan guru mewaspadai bahaya radikalisme, pornografi yang marak di media sosial, dan narkoba yang mulai masuk pada satuan pendidikan.
"Ini adalah salah satu cara melemahkan negara kita. Untuk itu, kami menyampaikan kepada anak-anak ku dan kepala sekolah serta guru tolong perhatikan dan lihat bersama apabila ada indikasi yang mengkhawatirkan dan mencurigakan terkait tiga hal tersebut untuk di cegah,” tegasnya.
Supriano berharap kepada para kepala sekolah dan guru memasukkan muatan pendidikan karakter di semua mata pelajaran, baik pelajaran Matematika, IPA, IPS, PKn, dan lain-lain.
“Pendidikan karakter bukanlah kurikulum, tetapi merupakan hidden kurikulum yang masuk pada semua mata pelajaran. Kalau ini dilakukan, insya Allah dengan Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara, anak-anak akan memiliki bekal yang kuat, akademik bagus, dan karakter yang bagus, dan ini lah anak-anak yang akan mampu bersaing di abad 21,” paparnya.
“Tularkan apa yang didapat dalam kegiatan ini kepada teman-teman lain. Lakukan perubahan diri dari negatif menjadi positif, yang tadinya malas, harus bersemangat, dan yang tadinya kurang peduli dengan teman, menjadi peduli pada lingkungan, dan sebagainya,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Staf Ahli Pangdam I/Bukit Barisan Bidang Ilpengtek dan Lingkungan Hidup, Kolonel Inf Chandra Wirawan, menyampaikan dukungan pada pelaksanaan kegiatan Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara tersebut.
"Dari Kodam kita mendukung apa yang menjadi program pemerintah. Apa yang dilakukan Kemendikbud harus kita dukung sepenuhnya. Karena pembinaan dan pembentukan karakter merupakan cita-cita kita bersama," kata Chandra.
Ia mengatakan, akan ada beberapa materi yang diberikan, tidak hanya akademis, tetapi beberapa hal yang mendukung pembinaan karakter.
"Banyak orang pintar tetapi tidak didukung dengan karakter, maka itu akan membahayakan. Yang harus kita cegah itu adalah bagaimana kita memproteksi masuknya radikalisme, bahayanya media sosial yang menyampaikan hal yang tidak baik, serta narkoba,” tegasnya.
Ia menegaskan tidak bisa dimungkiri hal itu harus cegah. Ada yang positif ada yang negatif.
"Nah yang negatif ini harus kita proteksi, kita tekan seminimal mungkin, sehingga apa yang di cita-citakan oleh kita semua sebagai orang tua dapat terwujud, ke depan yang memimpin negara ini adalah anak-anak kita,” pungkasnya.
Pada kegiatan tersebut juga ditampilkan peragaan berbagai permainan untuk meningkatkan kecintaan siswa terhadap negara, pertunjukan ketangkasan prajurit, dan pameran alat utama sistem pertahanan (alutsista), seperti panser dan tank.
Sekolah yang mengikuti kegiatan Asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara di Kota Medan terdiri atas 25 sekolah, yakni SMP Negeri 1 Medan, SMP Negeri 2 Medan, SMP Negeri 3 Medan, SMP Negeri 6 Medan, SMP Negeri 7 Medan, SMP Negeri 24 Medan, SMP Negeri 29 Medan, SMP Negeri 30 Medan, SMP Negeri 30 Medan, SMP Negeri 38 Medan, SMP Negeri 42 Medan, SMP AL Washliyah 8 Medan, SMP Kartika I-2 Medan, SMP Kartika 1 Medan, SMP Methodist 3 Medan, SMP Muhammadiyah 3 Medan, SMP Muhammadiyah 6 Medan, SMP Muhammadiyah 1, SMP Panca Budi Medan, SMP AL Fityan, SMP Brigjend Katamso, SMP Katolik Tri Sakti 1, SMP Letjen MT. Haryono, SMP Santo Thomas 1, SMP Taman Siswa Medan, dan SMP Taman Siswa Tanjung Sari. (RO/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved