BUMN Borong Penghargaan Sustainability Report 2017

Ferdinand
25/2/2018 18:36
BUMN Borong Penghargaan Sustainability Report 2017
(ANTARA FOTO/Maulana Surya)

KESADARAN dan upaya badan usaha milik negara (BUMN) dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDG's) melalui pendekatan ekonomi, lingkungan, dan sosial, layak diberikan acungan jempol.

Besarnya kiprah itu terlihat pada ajang penganugerahan Sustainability Report Award (SRA) 2017 yang digelar National Center for Sustainability (NCSR) di Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (24/2) kemarin.

Dari 24 penghargaan yang terbagi dalam 9 kategori, 14 di antaranya disabet BUMN. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk bahkan berhasil meraih predikat Best Overall, di samping juara pertama untuk kategori energi.

Adapun BUMN yang berhasil menjadi pemenang untuk masing-masing kategori ialah Bank Sumsel Babel dan Bank BNI (kategori jasa euangan), PT Perusahaan Gas Negara/PGN (Persero) dan Indonesia Power (kategori energi), PT Semen Tonasa (kategori tambang dan metal).

Kemudian Pertamina Hulu Energi ONWJ, Pertamia EP Cepu, dan PT Pertamina (kategori gas dan minyak bumi), PT Telkom dan Wijaya Karya (kategori infrastruktur), PT Pupuk Indonesia dan PT Bio Farma (kategori manufaktur), PT Timah dan Pertamina Lubricants (kategori combined report).

Sementara, untuk kategori Lembaga Pemerintah, penghargaan diraih oleh SKK Migas dan BPJS Ketenagakerjaan.

SRA 2017 diikuti oleh 40 entitas, terdiri atas 38 perusahaan BUMN dan swasta, serta dua lembaga pemerintah. Dari 38 perusahaan itu, dua di antaranya berasal dari luar negeri. Yaitu, Bangladesh dan Singapura.

Proses penilaian dilakukan oleh 38 asesor dan para juri yang berasal dari kalangan praktisi dan akademisi.

Direktur PT PGN, Desima, tidak mengira perusahaan yang dipimpinnya meraih Best Overall pada ajang SNR 2017 ini. Namun, dia tidak ingin berbangga diri.

Menurutnya, predikat tertinggi itu merupakan pemacu bagi perusahaan yang dipimpinnya tersebut untuk memasukan isu keberlanjutan dalam setiap pengambilan keputusan.

"Award ini merupakan peringatan, agar kami terus bekerja secara ramah lingkungan dan peduli kepada masyarakat," katanya.

Prestasi yang juga tidak kalah membanggakan pada ajang SRA juga ditorehkan oleh PT Pupuk Indonesia. Selain mampu meraih penghargaan tiga tahun berturut-turut, dua anak perusahaan itu juga meraih penghargaan. Yaitu, PT Petrokimia Gresik yang memperoleh Commendation for Best Disclosure on Environment Responsibility, dan PT Pupuk Kalimantan Timur mendapatkan Commendation for Best Disclosure on Waste Management.

"Ini merupakan hasil kerja keras seluruh awak perusahaan," kata Direktur Teknologi PT Pupuk Indonesia (Persero), M Djohan Safri.

Penghargaan ketiga ini juga menunjukkan komitmen Pupuk Indonesia untuk selalu mengedepankan aspek keberlanjutan melalui pendekatan kinerja ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Sebagai BUMN, Pupuk Indonesia senantiasa berupaya mencapai tujuan untuk ikut melaksanakan dan menunjang kebijakan serta program pemerintah, khususnya dalam menjamin ketahanan pangan nasional. Untuk itu, Pupuk Indonesia harus tumbuh, berkembang, survive, dan ramah lingkungan.

"Itu merupakan dasar utama untuk terus berkiprah sebagai perusahaan yang sehat," kata Djohan.

Direktur Eksekutif NCSR, Ali Darwin, menyatakan, SRA merupakan pengakuan dan penghargaan kepada perusahaan dan organisasi yang secara konsisten membuat laporan berkelanjutan. Laporan tersebut mencerminkan kontribusi perusahaan atau organisasi dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan.

"Melalui laporan itu dapat disimak dampak operasi entitas terhadap lingkungan dan masyarakat," kata Ali.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, mengapresiasi pemberian penghargaan oleh NCSR itu. Menurutnya, perubahan yang terjadi begitu cepat dan adanya persoalan pemanasan global membuat keberlanjutan menjadi sangat penting.

Sustainability report akan menjadi mandatori bagi korporasi yang ingin menyampaikan kepada publik bahwa ia telah memelihara lingkungan dengan baik.

"Kita boleh eksplorasi, tapi lingkungan tidak boleh rusak," tegas Menristekdikti. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya