Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resor Malang Kota, Jawa Timur, terus mendalami kematian mantan Wakapolda Sumatra Utara, Kombes (Purn) Agus Samad. Jenazah warga Perum Bukit Dieng, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, itu ditemukan dengan badan penuh luka di rumahnya diduga korban pembunuhan.
"Kami sudah melaksanakan anev (analisis dan evaluasi). Nanti setelah kegiatan upacara pemakaman, anev dilanjutkan lagi," tegas Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, kepada wartawan, Minggu (25/2).
Sejauh ini, polisi masih mendalami kasus ini. Adapun perkembangan terbaru hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan silet di atas galon ada bercak darah.
Barang bukti baru itu dinilai sangat penting untuk mengungkap kematian Kombes (Purn) Agus Samad kendati pihaknya belum bisa menyimpulkan adanya keterlibatan orang lain dalam kasus ini.
Hasil olah TKP sehari sebelumnya, barang bukti yang ditemukan di antaranya botol kaleng obat pengawet kayu, sebuah botol baigon, tali rafia, sarung, sebilah pisau, sebuah telepon seluler merek LG dan karet ban dalam.
Sejumlah barang bukti itu terus dianalisis. Pihaknya termasuk mencari cara untuk mengetahui sidik jari di silet tipis yang baru ditemukan tersebut.
"Mengambil sidik jari ada kesulitan karena silet tengahnya ada lubang. Mengetahui sidik jari dengan cara lain," ungkapnya.
Saat ini, polisi terus bekerja keras mengungkap kasus ini sembari menunggu hasil autopsi. Menurut dokter, katanya, hasil autopsi secepatnya diserahkan ke polisi.
"Belum ada kesimpulan (keterlibatan orang lain). Kita masih mendalami. Indikasi sementara belum ada. Nanti lengkapnya disampaikan secara utuh," imbuhnya.
Kombes (Purn) Agus Samad ditemukan tewas di halaman belakang rumahnya, Perum Bukit Dieng, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (24/2). Kondisi jenazah mantan Wakapolda Sumut itu ada sejumlah sayatan, kaki kanan terikat tali rafia.
Tali terhubung dan diikat di pagar lantai tiga rumah itu. Sedangkan di dalam rumah ada sejumlah bercak darah, di antaranya di ruangan makan.
Kasus ini terungkap saat petugas satuan keamanan (satpam) perumahan setempat, Gunaryo mendatangi rumah itu bersama sejumlah warga atas izin istri korban. Sang istri yang di luar kota merasa curiga karena ada yang janggal, sebab Agus Samad tidak mengangkat telepon saat dihubungi.
Setelah pintu rumah didobrak, ternyata korban ditemukan sudah tewas. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved