Citarum Contoh DAS Lainnya

Rudy Polycarpus
23/2/2018 08:06
Citarum Contoh DAS Lainnya
(BIRO PERS SETPRES)

PRESIDEN Joko Widodo menyadari bahwa revitalisasi daerah aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat, bukanlah pekerjaan mudah yang dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari, bulan, bahkan satu atau dua tahun. Namun, ia optimistis pekerjaan besar itu bakal berhasil dan akan menjadi contoh revitalisasi DAS-DAS lainnya.

"Sudah kita hitung bahwa pekerjaan besar ini dari hulu, tengah, sampai hilir akan diselesaikan insya Allah tujuh tahun," ucap Presiden Jokowi saat memantau pengerjaan revitaliasi hulu Sungai Citarum di Situ Cisanti, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, kemarin.

Presiden secara simbolis melakukan penanaman 1.000 pohon manglid sebagai bagian dari revitalisasi Citarum yang telah dimulai sejak 1 Februari lalu. Dia juga memantau mata air Citarum yang berjumlah tujuh titik. Turut mendampingi Presiden, antara lain, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Menurut Jokowi, pemerintah bergerak cepat untuk melaksanakan pekerjaan besar tersebut. Ia menjadikan revitalisasi DAS Citarum sebagai momentum untuk memperbaiki lingkungan, utamanya sungai-sungai di seluruh Indonesia. "Revitalisasi DAS Citarum ini akan kita buat contoh bagi DAS-DAS yang lain. Akan kita fotokopi di DAS Bengawan Solo, Sungai Brantas, dan DAS lain."

Presiden mengatakan, selain pertumbuhan ekonomi, revitalisasi Citarum diharapkan juga memberikan banyak manfaat lainnya buat masyarakat.

"Insya Allah sumber air Citarum ini akan bermanfaat bagi 27 juta penduduk, baik di Jawa Barat maupun DKI Jakarta," ucap Presiden.

Dia menambahkan, revitalisasi DAS Citarum akan dilaksanakan secara terintegrasi oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota.

Salah satu yang telah terlaksana ialah pemberian lahan PTPN (PT Perkebunan Nusantara) seluas 980 hektare untuk persemaian.

"Semua kementerian yang ada terlibat dan yang paling penting wilayah, pangdam, kapolda," ujar Presiden.

Semakin baik

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan pihaknya sudah berupaya keras memperbaiki Citarum, tetapi hasilnya belum optimal mengingat kompleksnya permasalahan.

Karena itu, dia sangat membutuhkan kehadiran seluruh pihak. "Kini pemerintah pusat memberikan perhatian dengan melibatkan TNI, kepolisian, dan seluruh lapisan masyarakat."

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Anang Sudharna pun mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Dia menyebut Jokowi ialah presiden pertama yang melihat langsung kawasan hulu Citarum.

Apresiasi juga disampaikan oleh pembuat film berusia 23 tahun berpaspor Prancis yang mendokumentasikan kerusakan Citarum, Gary Bencheghib.

"Pemerintah di sini cepat merespons. Kalau di luar negeri, lama," kata Gary yang mengaku sudah 10 tahun tinggal di Bali.

Bencheghib mendokumentasikan Citarum pada Agustus 2017. Dirinya menyusuri salah satu sungai paling tercemar di dunia itu dengan menggunakan perahu dari botol plastik.

Kini, menurut dia, Citarum sudah semakin baik dan kondisi itu ia dokumentasikan dalam video pendek yang dibuatnya bersama Presiden Jokowi, kemarin. "Saya ingin menunjukkan ke dunia, Citarum sekarang diperbaiki.''

Bencheghib sering membuat film pendek terkait dengan kerusakan sungai untuk mengundang perhatian pemerintah. "Tidak hanya Citarum, saya juga pernah membuat video pencemaran sungai di Amerika dan Kanada. Saya bersyukur pemerintah (Indonesia) segera merespons video saya," tukasnya.(BY/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya