Terdampak Iklim, Produksi Benih Hortikultura 2018 Anjlok

Bagus Suryo
22/2/2018 20:18
Terdampak Iklim, Produksi Benih Hortikultura 2018 Anjlok
(ANTARA/Eric Ireng)

PRODUKSI benih hortikultura diperkirakan tidak mencukupi kebutuhan selama 2018 akibat terdampak cuaca dan iklim. Curah hujan sepanjang musim mengganggu proses produksi benih terutama komoditas kacang panjang, tomat, dan cabai.

"Kami memperkirakan produksi benih anggota Hortindo di tahun 2018 akan mencapai sekitar 5.000 ton," tegas Ketua Umum Asosiasi Produsen Perbenihan Hortikultura Indonesia (Hortindo), Afrizal Gindow, di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (22/2).

Ia menjelaskan, produksi benih itu tidak mencukupi kebutuhan benih di tanah air. Sebab, total kebutuhan tahun ini diperkirakan mencapai 16.000 ton.

Di sisi lain, akan terjadi peningkatan permintaan benih hortikultura seiring instruksi Presiden Joko Widodo yang fokus mengembangkan sektor hortikultura agar ada diversifikasi tanaman pangan yang diproduksi di dalam negeri.

Untuk itu, pihaknya melakukan berbagai upaya dalam mengantisipasi kondisi cuaca dan iklim yang kurang menentu bagi dunia pertanian. Sebagai wadah asosiasi produsen benih beranggotakan 15 perusahaan, Hortindo terus menjaga kualitas dan volume pasokan seiring meningkatnya permintaan benih.

Cara yang ditempuh, lanjutnya, dengan membantu petani di Jawa Timur untuk memasang shelter atau pelindung tanaman dari hujan.

Selain itu memperluas lahan produksi benih hibrida melalui kerja sama dengan petani benih hortikultura.

"Sekarang, ada sekitar 24 ribu petani telah dibina dan menjadi mitra dalam memproduksi benih unggul," katanya.

Pihaknya juga menggencarkan riset untuk menemukan varietas unggul baru tahan terhadap curah hujan tinggi. Varietas unggul tahan serangan hama dan penyakit saat musim hujan pun juga dikembangkan.

"Saat ini Hortindo sudah menemukan dan memproduksi sekitar 170 varietas sayuran," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya