Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
STATUS siaga darurat kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Sumatra Selatan telah ditetapkan pemerintah provinsi sejak 1 Februari 2018 lalu.
Penetapkan ini berdasarkan Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 102/KPTS/BPBD-SS/2018. Dengan adanya status ini, maka penanggulangan karhutla di Sumsel dapat diantisipasi sejak awal.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah, mengatakan, sejak 1 Febuari lalu status siaga darurat karhutla di Sumsel telah ditetapkan. Hal ini dilakukan mengingat pada tahun ini kemarau di Sumsel akan lebih kering.
Selain itu, Sumsel pula akan menjadi tuan rumah Asian Games Agustus mendatang.
"Makanya status siaga ini lebih awal," katanya.
Menurut dia, penetapkan status siaga ini pula membuat pihaknya dan BNPB bisa mengirimkan bantuan ke daerah. Sebab, tanpa status ini, bantuan tidak bisa diturunkan.
Tahap awal, pihaknya meminta bantuan dua unit helikopter kapasitas kecil. Dua heli ini untuk melakukan patroli di daerah yang rawan karhutla dan juga melakukukan water boombing.
"Kami belum tahu kapan pesawatnya akan tiba, tapi pada minggu depan, kami sudah dapatkan konfirmasi," ucapnya.
Ketika terjadi peningkatan titik panas, lanjut dia, pihaknya akan segera meminta bantuan lagi ke pusat. Termasuk pesawat MI dan cassa dengan kapasitas besar.
"Ini dilakukan secara bertahap dan melihat situasi," ucapnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini memang belum terjadi peningkatan titik api. Mengingat, saat ini masih musim penghujan. Namun, diperkirakan pada Maret nanti akan terjadi peningkatan dan puncaknya pada Mei mendatang.
"Informasi awal dari BMKG seperti itu. Kami pula terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait," jelasnya.
Staf Ahli Gubernur Bidang Perubahan Iklim, Najib Asmani, mengatakan, hingga kini, situasi hutan dan lahan di Sumsel masih belum menunjukkan adanya titik kebakaran. Kondisi itu disebabkan cuaca saat ini masih memasuki musim hujan.
"Lahan masih dialiri air. Kemudian sejumlah kawasan hutan yang memiliki tempat penampungan air juga masih terdapat cadangan air. Sehingga masih bisa diantisipasi," ujar Najib.
Hanya saja, pihaknya tidak ingin kecolongan lagi sehingga saat ini Sumsel ditetapkan status siaga karhutla.
"Apalagi tak lama lagi, multieven internasional bakal diselenggarakan. Jadi jangan sampai kami ada kejadian kebakaran hingga menimbulkan kabut asap dan mengganggu jalannya perhelatan," katanya.
Status siaga tersebut, sambung Najib, bakal ditetapkan hingga akhir Oktober mendatang.
"Kalau peningkatan status nantinya akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Bisa saja menjadi waspada. Namun saat ini statusnya masih siaga dulu," ungkapnya.
Dijelaskan Najib, sejumlah persiapan sudah dilakukan terkait peningkatan status tersebut. Di antaranya membentuk Satgas Karhutla yang terdiri atas berbagai macam instansi seperti Dinas Kehutanan, Perkebunan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri dan TNI serta masyarakat.
Tim tersebut telah melakukan pertemuan rutin satu minggu sekali untuk memantau situasi dan kondisi hutan serta lahan yang ada di Sumsel.
"Setiap minggu kami rutin melakukan rapat. Semuanya melaporkan kondisi dan situasi di setiap teritorialnya. Jika terjadi karhutla, bisa segera diantisipasi," ucapnya.
Selain itu, ada juga tambahan kendaraan pantauan udara di antaranya dua unit helikopter, satu unit pesawat water bombing, dan satu unit pesawat kontrol. Keempatnya sudah bersiaga di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
"Kendaraannya dari BNPB. Sudah digunakan untuk memantau situasi dari atas," ungkapnya.
Najib menyebutkan, ada 48 titik di Sumsel yang menjadi kawasan rawan bencana asap. Di antaranya, Kabupaten OKI sebanyak 34 titik, Ogan Ilir 8 titik, dan Banyuasin sebanyak 6 titik.
"Sebenarnya di Muba juga ada 1-2 titik, tapi asapnya lebih dekat ke Jambi. Sehingga tidak kami masukkan. Namun, kondisinya juga kami pantau," bebernya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved