Wakil Rakyat Dituntut Mampu Manfaatkan Medsos dengan Baik

Bayu Anggoro
21/2/2018 20:57
Wakil Rakyat Dituntut Mampu Manfaatkan Medsos dengan Baik
(Ilustrasi)

SETIAP anggota legislatif dituntut mampu memanfaatkan media sosial dengan baik. Penggunaan teknologi informasi ini sudah terbukti ampuh untuk menyebarkan informasi ke masyarakat khususnya di daerah pemilihan masing-masing.

Hal ini diungkapkan Sumartono saat sidang promosi doktor dengan disertasi berjudul 'Politisi dan Pemanfaatan Media Sosial', di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (21/2).

Dia memaparkan, saat ini politisi mutlak untuk memahami dan memanfaatkan media sosial yang tengah digandrungi masyarakat.

"Gunakan media sosial untuk saluran komunikasi politik," katanya.

Berdasarkan data yang diterimanya, saat ini jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 54% dari total jumlah penduduk. Selain mampu menyampaikan informasi dan komunikasi secara langsung ke masyarakat, menurutnya, penggunaan media sosial inipun bisa menekan biaya politik secara signifikan.

Dia pun mencontohkan, tingginya biaya iklan di media konvensional berbeda jauh dengan biaya yang harus dikeluarkan saat menggunakan media sosial.

Selain itu, dia menilai media sosial bisa digunakan untuk pencitraan diri politisi itu sendiri. Terlebih, kata dia, anggota DPR yang notabene wakil rakyat baik di tingkat pusat maupun daerah merupakan panutan karena memiliki pemilih di masyarakat.

"Anggota dewan bisa mengelola citra diri. Nanti dibaca netizen (warganet), lalu dimunculkan buzzer," katanya.

Dalam penelitiannya ini, dia merujuk kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Sumatra Barat saat Pemilu Presiden 2014 silam. Saat itu, lanjutnya, pasangan tersebut unggul mutlak dengan meraih 78,45%.

"Dari 19 kabupaten/kota di Sumatra Barat, Prabowo-Hatta unggul di 18 kabupaten/kota," katanya.

Kemenangan ini, menurutnya, berbanding lurus dengan data media sosial yang menyebut pasangan tersebut dikunjungi 3 juta warganet.
"Kemenangan Prabowo-Hatta ini menjadi fenomena kontemporer seiring dengan pemanfaatan media sosial sebagai saluran komunikasi politik," katanya.

Oleh karena itu, dia mengimbau seluruh wakil rakyat bisa menggunakan media sosial dengan baik. Selain agar mencitrakan diri sebagai politisi yang baik seperti berintegritas dan cerdas, penggunaan dunia maya yang baik ini pun mampu memberi pendidikan dan pencerahan ke masyarakat.

"Ayo kita buat gerakan masyarakat bermedsos sehat, cerdas, tanggung jawab. Anggota dewan harus independen dan mencerahkan," katanya.

Pencerahan yang diberikan anggota dewan ini, kata dia, sangat membantu memerangi peredaran berita bohong di masyarakat. Saat ini, lanjut dia, media sosial banyak digunakan untuk menyebarluaskan informasi yang belum tentu kebenarannya.

"Oleh karena anggota dewan harus hadir untuk memberikan pendidikan ke masyarakat. Agar mau mengecek dulu setiap informasi yang beredar di media sosial," katanya.

Dalam sidang promosi doktor yang dipimpin Prof Dadang Rahmat Hidayat, Sumartono berhasil meraih gelar doktor bidang ilmu komunikasi dengan predikat sangat memuaskan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya