Diduga Ada Retakan di Bendungan, Akses Jalan ke Saguling Ditutup

Depi Gunawan
20/2/2018 19:06
Diduga Ada Retakan di Bendungan, Akses Jalan ke Saguling Ditutup
(MI/Depi Gunawan)

PT Indonesia Power Unit Pembangkit Saguling, selaku pengelola Waduk dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling, menutup akses jalan di atas bendungan Saguling di Desa/Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, sehingga tidak bisa dilalui masyarakat umum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Indonesia Power. Namun, menurut kabar yang beredar, pihak Indonesia Power terpaksa menutup akses jalan karena terdapat retakan pada konstruksi bendungan.

Staf Humas PT Indonesia Power UP Saguling, Indah Amidah, mengatakan dirinya belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh mengenai informasi retakan bendungan. Namun, pihaknya telah melaksanakan sosialisasi pada 8 Februari lalu.

"Saya tak bisa memberikan keterangan lebih banyak soal retakan ini, tapi yang jelas, kami sudah sosialisasikan kepada warga terkait penutupan jalan di bendungan bagi warga desa dan pihak terkait dari delapan kecamatan yang ada di sekitar Saguling," katanya, Selasa (20/2).

Menurut dia, penutupan jalan di atas Dam Saguling dimaksudkan untuk mengamankan objek vital. Pihaknya sudah lama melarang kendaraan roda empat melewati bendungan, tetapi sekarang, semua jenis kendaraan tidak bisa melewati.

Warga yang ditemui di sekitar Bendungan Saguling mengaku, penutupan total jalan di atas bendungan sudah dilakukan sejak sekitar tiga pekan terakhir dan warga sudah sudah menerima sosialisasi dari pihak pengelola Waduk dan PLTA Saguling.

"Warga sekitar sudah tahu, tapi orang luar banyak yang belum tahu. Jadinya, banyak yang terpaksa memutar balik. Saya enggak tahu jalan ini ditutup sampai kapan, mungkin untuk seterusnya, soalnya bendungan ini sudah tua," ucap Saidah, 57.

Dia mengatakan, jalan yang melewati Bendungan Saguling menjadi akses penting bagi masyarakat, karena dapat memangkas perjalanan dari Kecamatan Saguling ke Cipongkor, maupun sebaliknya.

"Biasanya yang dilarang lewat itu hanya mobil, tapi sekarang, semua jenis kendaraan tidak boleh lewat, termasuk motor," bebernya.

Sekretaris Kecamatan Saguling, Asep Jarkasih, mengaku, pihak Indonesia Power sudah menyosialisasikan penutupan jalan kepada masyarakat sekitar. Meski begitu, dia mengatakan tidak tahu secara pasti mengenai informasi retakan di Bendungan Saguling.

"Informasinya ada retakan di dam. Namun, lebih baik dikonfirmasikan lagi ke Indonesia Power karena saya tak sempat hadir saat sosialisasi. Sosialisasinya juga bukan untuk masyarakat Saguling saja, tetapi juga untuk masyarakat di beberapa kecamatan lainnya. Bahkan melibatkan tiga polsek/koramil, yaitu Cipatat, Sindangkerta, dan Batujajar," jelasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya