Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH organisasi lingkungan di Kalimantan Selatan mendesak agar Gubernur dan Kapolda segera turun tangan untuk mengungkap kasus dibalik aksi penyerangan pembacokan terhadap seorang aktivis lingkungan di Pulau Laut, Kotabaru, Usman Pahero.
Desakan ini disampaikan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, Sabtu (17/2), seusai membesuk Usman Pahero, korban aksi pembacokan yang menjalani operasi di RS Sari Mulia, Banjarmasin.
"Gubernur harus turun tangan guna memberikan jaminan keselamatan bagi rakyatnya termasuk para aktivis lingkungan, demikian juga Kapolda Kalsel wajib segera mengusut dan mengungkap kasus penyerangan ini," tegas Kisworo didampingi sejumlah perwakilan organisasi yang bergerak di bidang lingkungan, seperti Pena Hijau Indonesia.
Desakan serupa juga sebelumnya disampaikan LSM Gerakan Penyelamat Pulau Laut. Informasi dihimpun Media Indonesia, kondisi Usman Pahero berangsur membaik setelah menjalani operasi di bagian kepala di RS Sari Mulia, Jumat (16/2) malam. Istri dan keluarga korban terus mendampingi, termasuk anggota kepolisian berpakaian sipil. Para pembesuk yang sebagian besar keluarga dekat dan aktivis, LSM datang silih berganti.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang aktivis lingkungan di Kabupaten Kotabaru, bernama Usman Pahero, yang juga menjabat Ketua Komite Aksi Penyelamat Kotabaru (Kapak) mengalami luka bacokan parah di bagian kepala.
Usman selama ini dikenal sebagai seorang aktivis yang gencar berunjuk rasa menolak aktivitas pertambangan serta kasus-kasus korupsi di wilayah tersebut. Usman juga seorang dosen, aktif di organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia Daerah, serta Himpunan Mahasiswa Islam di Kotabaru.
Peristiwa pembacokan ini terjadi Jumat (16/2) subuh saat korban bersama anaknya keluar rumah naik sepeda motor di kawasan Pulau Laut Hilir dan hendak menuju Masjid As Salam untuk menunaikan salat subuh.
Aksi penyerangan begitu tiba-tiba sehingga korban dan anaknya tidak sempat melawan. Warga setempat mendapati korban sudah tergeletak di tepi jalan dengan kepala berlumuran darah. Sementara pelaku pembacokan yang diduga dua orang menggunakan sepeda motor melarikan diri. Diduga korban memang menjadi target aksi penyerangan ini.
Wakil Kepala Polres Kotabaru, Ajun Komisaris Polisi Arief Prasetyo, mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini.
"Kasus ini sedang kita tangani. Sejauh ini belum diketahui pasti siapa dan apa motif penyerangan ini," tuturnya singkat. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved