BPBD: Gempa 5,1 SR di Lebak tidak Timbulkan Kerusakan

Antara
16/2/2018 21:05
BPBD: Gempa 5,1 SR di Lebak tidak Timbulkan Kerusakan
(ANTARA)

KEPALA Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi, mengatakan, gempa berkekuatan 5,1 skala Richter (SR) yang terjadi pada Jumat (16/2) pukul 12.13 WIB, tidak menimbulkan kerusakan rumah maupun infrastuktur lainnya.

"Kami tidak menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa berkekuatan 5,1 SR," kata dia di Lebak, Jumat malam.

Masyarakat pesisir selatan yang lokasinya berdekatan dengan pusat gempa tektonik itu tidak panik karena getaranya tidak begitu besar jika dibandingkan dengan peristiwa serupa pada Selasa (23/1) yang berkekuatan 6,1 SR. Kegiatan kehidupan masyarakat pesisir selatan seperti biasa atau normal, dan tidak menimbulkan ketakutan.

Gempa tektonik berkekuatan 5,1 SR dengan koordinat 7,74 LS dan 106,00 BT berlokasi di laut pada jarak 133 km barat daya Kabupaten Lebak pada kedalaman 24 km. Gempa itu juga tidak menimbulkan gelombang tsunami.

Saat ini, masyarakat pesisir selatan tetap waspada sehubungan wilayah perairan Samudra Hindia terdapat patahan gempa. Di pesisir selatan ada pertemuan Lempeng Benua Indo-Australia di bagian selatan, juga Lempeng Eurasia di bagian utara dan Lempeng Pasifik di bagian timur.

"Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak panik," katanya.

Pihaknya sejauh ini belum menerima laporan dari aparat kecamatan, desa, dan relawan tentang adanya korban jiwa maupun kerusakan rumah, termasuk infrastuktur sehubungan gempa berkekuatan 5,1 SR. Getaran gempa itu cukup kecil sehingga tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.

Pihaknya berharap masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisasi korban bencana.

Samsul, 45, seorang warga Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, mengaku tidak merasakan getaran gempa itu karena sedang melaksanakan salat Jumat. Getaran gempa itu tidak dirasakan sehingga masyarakat yang tinggal sekitar pantai pesisir tidak begitu panik.

"Gempa itu juga tidak menimbulkan kerusakan infrastruktur maupun kerugian lainnya, dan warga di sini seperti biasa melakukan aktivitas," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya