Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, telah menghanguskan sekitar 50 hektare kebun sagu milik PT National Sagu Prima (NSP) yang merupakan anak perusahaan grup Sampoerna.
Kebun perusahaan ini diketahui pernah mengalami kebakaran hebat pada 2015 lalu. Adapun sampai saat ini sudah total seluas 150 ha kebun dan lahan kosong yang ludes terbakar di dua desa, yaitu Desa Lukun dan Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
"Kami saja hampir terkepung api dan asap saat memadamkannya kemarin. Lahan yang terbakar gambut dalam sekitar 4 meter dan sangat kering," jelas Kapolres Meranti, Ajun Komisaris Besar Polisi La Ode Proyek, kepada Media Indonesia, Jumat (16/2).
Dia menjelaskan, lahan perusahaan yang terbakar itu masih memiliki bara api di dalam gambut sehingga mengeluarkan asap pekat. Tim pemadam perusahaan terlihat sudah mulai melakukan upaya pemadaman.
"Akses menuju ke lokasi juga cukup sulit. Akses satu-satunya melalui jalur sungai yang tergantung pada pasang surutnya air laut," jelas Kapolres.
Dia menambahkan, sampai saat ini tim gabungan masih terus melaksanakan pemadaman. Bahkan, aksi pemadaman berlangsung hingga malam hari. Helikopter juga sudah dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
"Kita juga telah memasang garis polisi di lokasi lahan yang terbakar. Sebanyak 5 warga diperiksa sebagai saksi terkait kebakaran lahan tersebut," paparnya.
Lao Ode menambahkan, medan lokasi yang cukup sulit diakses ditambah kondisi tanah gambut yang kering kerontang menyebabkan pemadaman berlangsung lambat. Belum lagi, angin yang bertiup kencang dan selalu berubah-ubah membuat tim darat terpaksa maju dan mundur menghindari kepulan asap yang sangat berbahaya.
"Kami imbau dalam situasi cuaca kering saat ini jangan lagi ada yang membakar lahan. Kondisi gambut yang kering sangat mudah terbakar serta dengan cepat menyebar sulit dipadamkan," jelasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved