1.300 Ha Sawah di Pedalaman Aceh Utara Terancam Puso

Amiruddin Abdullah Reubee
16/2/2018 20:07
1.300 Ha Sawah di Pedalaman Aceh Utara Terancam Puso
(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

SEKITAR 1.300 hektare tanaman padi milik petani di Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, dilanda kekeringan.

Kecamatan Prak Timu merupakan kawasan pedalaman di Kabupaten Aceh Utara. Pasalnya, sejak dua bulan terakhir di kawasan setempat tidak turun hujan sehingga krisis sumber air.

Catatan Media Indonesia, umumnya warga setempat bekerja sebagai petani dan buruh perkebunan kelapa sawit.

Lahan sawah yang dilanda kekeringan itu di antaranya meliputi Desa Matangkeh, Leupe, Pange, Siren, Alue Drien, Alue Bungkoh, dan Geulumpang Tujoh. Itu sebabnya tanaman padi sedang pertumbuhan atau berumur berkisar 40 hingga 50 hari terjadi krisis air.

Lebih parah lagi, di lokasi setempat tidak ada saluran irigasi teknis untuk mengairi sawah. Akibatnyam alas sawah sudah pecah-pecah dan bercak tanah.

Bila kondisi ini terus berkepanjangam dikhawatirkan ribuan lahan sawah di kawasan pedalaman Aceh Utara tersebut akan gagal panen atau puso.

Tokoh masyarakat, Kecamatan Pirak Timu, Abdullah, kepada Media Indonesia, Jumat (16/2), mengatakan, kondisi kekeringan saat musim tanam di kawasan itu sudah sering terjadi. Pasalnya, petani tidak bisa mengatur air karena tidak ada saluran irigasi dan tidak memiliki bendungan penampung saat musim hujan.

Ironisnya, saat musim penghujan, di lokasi itu sering terjadi banjir besar sehingga menghentikan aktivitas warga. Sebagai sarana perhubungan atau pergi ke lokasi lebih aman mereka harus menggunakan sampan kayu.

"Kalau musim kemarau di sini krisis air untuk tanaman padi hingga air bersih untuk konsumsi, mandi, dan kebutuhan lainya. Karena tidak ada pilihan lain, warga harus mengangkut air sungai walaupun keruh. Tapi saat musim hujan, sudah menjadi langganan banjir sehingga harus mengungsi ke lokasi lain," kata Abdullah.

Dikatakan Abdullah, pihaknya telah berulang kali melaporkan kondisi itu kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Pemprov Aceh. Namun sayangnya, hingga sekarang belum ada penanganan efektif. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya