Tebing Jalur Wisata Gunung Penanggungan Longsor

Abdus Syukur
16/2/2018 19:16
Tebing Jalur Wisata Gunung Penanggungan Longsor
(MI/Abdus Syukur)

INTENSITAS hujan yang tinggi selama 2 hari berturut-turut membuat tebing di jalan menuju kawasan wisata Gunung Penanggungan longsor, Jumat (16/2).

Akibatnya, akses jalan yang menuju kawasan wisata situs Candi Belahan (Sumber Tetek) di Desa Jerukpurut, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, itu tertutup longsoran tanah serta dua pohon yang ikut tumbang.

Dari informasi warga, selain hujan deras, angin juga cukup kencang hingga menumbangkan banyak pohon. Bahkan, di sekitar tebing yang longsor dan menutup jalan, juga terdapat dua pohon yang ikut tumbang.

"Banyak pohon yang tumbang. Kalau yang di jalan hanya ada dua pohon saja yang tumbang. Namun di permukiman warga dan hutan, cukup banyak yang tumbang," ujar Salman, warga sekitar lokasi.

Bukan hanya tanah dan pohon yang bertumbangan, longsoran juga membawa bebatuan berukuran besar dan kecil yang ikut runtuh dan menutup seluruh permukaan jalan.

Tebing yang longsor sepanjang sekitar 50 meter. Sehingga akses jalan menuju kawasan Candi Belahan yang menjadi perabuan Raja Airlangga tersebut tidak bisa dilalui kendaraan yang hendak melintas.

Sampai saat ini, warga beserta sejumlah relawan dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, bergotong royong membersihkan material tanah dan bebatuan. Mereka akan menyingkirkan lebih dulu dua batang pohon yang tumbang menutup jalan.

"Tim bersama relawan dan warga saling bahu-membahu bergotong royong untuk membersihkan lokasi. Kendaraan roda dua saat ini sudah bisa melintas. Tapi harus tetap berhati-hati, karena kondisi jalan yang berliuk-liuk serta naik turun cukup rawan sangat licin terkena lumpur bekas longsoran," ujar Bakti Jati Permana, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan.

Gunung Penanggungan berada di Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto, terkenal memiliki banyak situs sejarah, peninggalan Kerajaan Kahuripan, Jenggala, Daha, Singosari, dan Majapahit.

Data Balai Besar Museum Trowulan, di kawasan yang disebut dalam Negara Kertagama sebagai Gunung Patria itu, terdapat sebanyak 78 situs yang sudah ditemukan dan masih banyak lagi situs yang terpendam. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya