Menkominfo: Media Mainstream tidak akan Mati Gara-Gara Medsos

Antara
10/2/2018 21:58
Menkominfo: Media Mainstream tidak akan Mati Gara-Gara Medsos
(ANTARA)

MENTERI Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, meyakini media mainstream seperti koran (media cetak) dan elektronik (radio dan televisi) tidak akan mati gara-gara media sosial.

"Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media mainstream apakah cetak atau elektronik itu tinggi, maka saya meyakini media mainstream tidak akan mati gara-gara media sosial," katanya.

Ia menyampaikan hal tersebut pada pembukaan Rakernas Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) di Magelang, Jawa Tengah, Menkominfo mengatakan media mainstream mementingkan kebenaran dan keakurasian daripada kecepatan, sedangkan medsos mementingkan kecepatan daripada keakurasian.

Ia menuturkan di dunia media sosial kecepatan itu nomor satu, bahkan karena mendewakan kecepatan mereka menomorduakan keakurasian.

Ditambahkannya, kepercayaan masyarakat terhadap media nasional Indonesia bagus, menduduki nomor dua setelah Tiongkok dan nomor tiga India.

"Kami mencoba transparan kepada publik bagaimana mengelola media sosial termasuk situs-situs, mengelola dunia digital ini seperti apa. Kami harus transparan karena kami harus melibatkan semua lapisan masyarakat," katanya.

Menurut dia, pemerintah tidak akan mampu. Kemenkominfo dengan kepolisian berdua tidak akan efektif tanpa bantuan masyarakat. Ia mengatakan saat ini hoaks yang beredar mengenai seolah-olah ada kriminalisasi terhadap kiai, ustaz, kemudian ada yang meninggal dan Polri sudah menangkap dan ternyata pelakunya tidak waras.

"Modusnya makin banyak orang membuat akun kemudian dilempar isinya fitnah, padahal kemampuan masyarakat kita atau literasinya memilah mana yang benar itu masih harus selalau ditingkatkan, tidak seperti masyarakat maju yang lain," katanya.

Ia menuturkan Minggu lalu Kemenkominfo, Badan Pengawas Pemilu, dan Komisi Pemilihan Umum sudah menandatangani nota aksi untuk mencegah penggunaan media sosial yang nantinya melanggar proses pemilihan kepala daerah. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya