Kapolda: Pengamanan Pilkada di Papua Dibekali Peluru Tajam

Antara
09/2/2018 22:34
Kapolda: Pengamanan Pilkada di Papua Dibekali Peluru Tajam
(ANTARA)

POLISI yang bertugas sebagai pengaman pilkada daerah rawan gangguan kamtibmas dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Provinsi Papua, dibekali peluru tajam.

"Bagi anggota yang terlibat sebagai pengaman pilkada (pemilihan kepala daerah) dan bertugas di kampung atau distrik yang diketahui rawan KKB, maka mereka akan dibekali peluru tajam," kata Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli, dalam sambutannya pada rapat koordinasi TNI-Polri di Jayapura, Jumat (9/2).

Ia mengatakan hal itu dilakukan karena tidak ingin anggotanya menjadi sasaran empuk aksi KKB.

Berbeda dengan daerah yang juga menyelenggarakan pilkada, tetapi bukan dikategori daerah rawan KKB, yakni dibekali peluru hampa serta gas air mata.

"Kita harus bertindak hati-hati dan meminimalkan jatuhnya korban karena dampak yang ditimbulkan, sehingga dalam waktu dekat akan dilakukan pelatihan atau simulasi menghadapi gangguan kamtibmas," kata mantan Kadiv Humas Polri itu.

Ia menyebut Polda Papua akan menyiagakan 17 ribu personel, tiga ribu di antaranya dari TNI untuk pengamanan pilkada.

Banyaknya personel yang dikerahkan untuk pengamanan karena luas wilayah Papua yang tiga setengah kali Pulau Jawa, dan memiliki 29 kabupaten/kota.

"Namun, untuk mewujudkan pilkada damai, sangat diperlukan peran aktif tokoh masyarakat dan agama," ujar Boy.

Rakor TNI-Polri yang berlangsung sehari dihadiri Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit dan para komandan di lingkungan Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya