Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, masih memberlakukan status siaga darurat banjir dan longsor hingga 31 Maret. Kondisi tersebut tidak terlepas dengan kondisi cuaca yang hingga saat ini intensitas curah hujan relatif masih tinggi.
"Status siaga darurat banjir dan longsor masih diberlakukan hingga 31 Maret 2018," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Dodi Permadi, kepada Media Indonesia, Jumat (9/2).
Memasuki awal tahun ini sejumlah kejadian bencana menerjang Kabupaten Cianjur bersamaan tingginya curah hujan. Pada Januari terjadi beberapa kali bencana di 13 lokasi.
Berdasarkan hasil laporan dan pendataan terjadi lima kali pergerakan tanah di empat kecamatan. Dampaknya dua bangunan sekolah rusak di Kecamatan Campakamulya. Di Kecamatan Sukaresmi satu rumah rusak sedang dan tiga rumah terancam.
Sedangkan di Kecamatan Pagelaran sebanyak 22 rumah dalam kondisi terancam dan di Kecamatan Tanggeung tiga unit rumah terancam. Bencana lainnya yakni gempa bumi pada 23 Januari. Dampaknya dirasakan di enam kecamatan yakni Tanggeung, Pagelaran, Cibinong, Sukaresmi, Pasirkuda, dan Takokak.
"Dampak gempa 6,1 skala Richter yang berpusat di Kabupaten Lebak, Banten, itu sebanyak 101 unit rumah rusak ringan dan 22 unit rumah rusak sedang. Sebanyak tiga orang luka berat dan enam orang luka ringan. Sementara itu, kejadian lainnya dua kali puting beliung yang mengakibatkan empat rumah rusak berat, 1 rusak sedang, dan 6 rusak ringan," bebernya.
Sementara selama Februari hingga pertengahan, lanjut Dodi, terjadi dua kali bencana di dua lokasi berbeda. Di Kampung Puncak dan Kampung Jemprak Desa Ciloto Kecamatan Cipanas terjadi tanah longsor. Dampaknya tiga bangunan di areal Hotel Puncak Pass terancam, tiga rumah warga terancam, dan ruas jalan nasional terancam putus.
"Sedangkan di Desa Rawabelut Kecamatan Sukaresmi, bencana pergerakan tanah mengakibatkan satu unit rumah rusak berat dan lima unit rumah lainnya terancam," ujar Dodi.
BPBD terus berupaya menangani berbagai kejadian bencana tersebut. Pendataan sangat penting karena berhubungan dengan nanti penyaluran bantuan.
"Pasti kalau penanganan kita lakukan. Bantuan juga kami salurkan kepada korban bencana," kata Dodi.
Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, pihaknya berupaya merancang upaya antisipasi bencana. Namun, di sisi lain, bencana tidak bisa diperkirakan secara hitungan matematis.
"Rencana antisipasi kita tahun ini satu di antaranya menyiapkan peralatan teknis yang dibutuhkan dalam penanggulangan bencana. Misalnya alat berat. Kita sudah siapkan di tiga wilayah yakni utara, tengah, dan selatan," kata Herman.
Berdasar hasil pemetaan, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Cianjur yang berjumlah 32 kecamatan tergolong rawan bencana. Utamanya di wilayah selatan Cianjur yang notabene rawan berpotensi pergerakan tanah, longsor, dan banjir.
"Pak Bupati juga konsentrasinya ke selatan," tukasnya.
Secara teknis, lanjut mantan Direktur PDAM Tirta Mukti Kabupaten Cianjur itu, Pemkab Cianjur sudah menginstruksikan seluruh perangkat daerah yang berkaitan dengan infrastruktur harus tetap siaga dan waspada menyikapi potensi bencana alam.
"BPBD sudah jelas, kemudian Dinas PU (Pekerjaan Umum), dan Dinas Tarungkim (Tata Ruang dan Permukiman). Koordinasi lintas sektoral sangat diperlukan untuk penanganan kebencanaan," tegasnya.
Herman berharap bencana alam di Kabupaten Cianjur tidak terjadi lagi. Namun, upaya kewaspadaan dan antisipasi tetap harus dilakukan sejak awal agar penanganannya bisa lebih cepat dan sigap.
"Terpenting meningkatkan kewaspadaan bencana sedini mungkin," tandasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved