Polisi Tingkatkan Pengamanan di KPU

RF/LN/RZ/N-1
09/2/2018 10:41
Polisi Tingkatkan Pengamanan di KPU
(ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

PIHAK kepolisian akan meningkatkan pengamanan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelang penetapan pasangan kepala daerah pada 12 Februari.

"Peningkatan keamanan di KPU hanya antisipasi jika ada pendukung pasangan calon yang tidak terima dengan hasil penetapan dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Brigjen Syaiful Zachri di Bangka Selatan, kemarin.

Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, ada tiga daerah di Babel yang menggelar pemilihan, yakni Bangka, Belitung, dan Pangkalpinang. "Saat ini personel kita terus mengamankan di tiga KPU, tapi nanti pengamanan akan di tingkatkan," ujarnya.

Selain itu, sambung Syaiful, pihaknya menggiatkan patroli bermotor terpusat bersama TNI dengan tujuan agar pelaksanaan pilkada berjalan aman dan kondusif. "Saya dan anggota intensifkan patroli bermotor terpadu dengan melibatkan TNI untuk menyosialisasikan pelaksanaan pilkada aman dan kondusif," ucap Syaiful.

Personel kepolisian di berbagai daerah juga menggelar simulasi pengamanan pilkada. Seperti di Kota Medan, Tim Antiteror Polda Sumatra Utara melakukan simulasi penyelamatan penyelenggara pilkada dari aksi penculikan. Dalam simulasi itu, sosok Ketua KPU Sumut diculik kelompok bersenjata yang meminta tebusan sebesar Rp5 miliar.

Polres Jember, Jawa Timur, menggelar simulasi pengamanan tahapan kampanye hingga penghitungan suara yang diwarnai demonstrasi, penculikan atau penyanderaan penyelenggara pilkada, dan kerusuhan. "Polres Jember melakukan simulasi untuk menghadapi situasi terburuk," kata Kapolres Jember AKB Kusworo Wibowo.

Tim dua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengikuti kegiatan Tudang Sipulung bertema Bersama mewujudkan pilwali damai dalam bingkai nilai budaya lokal sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi'.

Ketua Panwaslu Makassar Nursari berharap kegiatan itu bisa membangun komitmen mewujudkan pilkada damai di Kota Makassar berdasarkan nilai budaya.

Pilkada Makassar diikuti dua pasangan bakal calon, yaitu M Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari yang maju lewat jalur perseorangan dan Munafri Arifuddi-Rahmatika Dewi yang diusung 10 partai politik.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya