Polisi Kejar Pelaku Pembunuh Orangutan di Kutai Timur

Syahrul Karim
08/2/2018 19:06
Polisi Kejar Pelaku Pembunuh Orangutan di Kutai Timur
(AFP)

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Samarinda, Kalimantan Timur, telah mengambil langkah strategis guna mengungkap kasus kematian orangutan kalimantan (pongo pygmaeus morio) di Teluk Pandan, Kutai Timur.

"Kami telah berkoordinasi dengan pusat dan daerah dan pihak kepolisian untuk mengambil tindakan dalam waktu cepat. BKSDA akan membuat efek jera bagi pelaku dan berupaya memberikan penanganan yang maksimal terhadap kasus yang terjadi," tegas Kepala BKSDA Kaltim, Sunandar Trigunajasa, saat konferensi pers di Samarinda, Kamis (8/2).

Sunandar mengaku sangat menyayangkan kematian satwa liar yang diduga menjadi korban penembakan oleh oknum masyarakat. Untuk mengungkap kasus itu, BKSDA beserta tim gabungan kini fokus mencari pelaku.

"Kami dari BKSDA sangat menyayangkan dengan adanya kejadian kematian satu orangutan yang memang sudah masuk kategori satwa langka. Tentu ini jadi tantangan bagi kami BKSDA beserta tim gabungan kepolisian, TNK, dan yang lainnya untuk memberikan efek jera. Kami bersama-sama akan melacak (pelaku) dan juga memastikan upaya penegakkan hukumnya," tegas Sunandar.

Ia pun berharap pihak kepolisian dapat memperketat kepemilikan senapan angin oleh warga agar tidak disalahgunakan oleh orang tidak bertanggung jawab.

"Masyarakat tidak menyalahgunakan senjata apalagi untuk menyakiti satwa langka. Mudah-mudahan penggunaan senjata bisa diatur atau paling tidak targetnya bukan satwa liar. Ini juga jadi PR (pekerjaan rumah) kami supaya masyarakat teredukasi apalagi ini kan hewan dilindungi, satwa endemik yang hanya ada di Kalimantan dan Sumatra," ujarnya.

Saat ini, jasad orangutan tersebut kini disimpan di dalam lemari beku di Kantor BKSDA.

"Kita simpan guna pemeriksaan dan mempermudah kerja instansi terkait untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Terpisah, Kapolres Kutai Timur, AKBP Teddy Ristiawan, menuturkan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi hewan mamalia itu pertama ditemukan.

"Jajaran Reskrim sudah turun ke TKP, kita akan selidiki sampai tuntas, karena ini menjadi perhatian semua pihak, termasuk Polda (Kaltim)," ungkap Teddy saat dimintai konfirmasi via telepon.

Dikatakan, selain melakukan olah TKP, pihaknya juga akan meminta keterangan dari beberapa saksi, baik pihak Taman Nasional Kutai (TNK) hingga masyarakat sekitar.

"Rencannaya kita akan minta keterangan beberapa pihak, baik yang pertama menemukan dan pihak Balai TNK sendiri," terang Teddy.

Sebelumnya diwartakan, satu orangutan ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Desa Teluk Pandan, Kutai Timur. Hasil autopsi menunjukkan terdapat 130 benda asing serupa peluru bersarang di tubuhnya.

Orangutan berjenis kelamin jantan yang diperkirakan berusia 5 hingga 7 tahun tersebut sempat mendapat perawatan selama kurang lebih 25 menit sebelum akhirnya mati pada Selasa (6/2) dini hari pukul 01.55 Wita. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya