Puluhan Bangunan di Pasuruan Rusak akibat Puting Beliung

Abdus Syukur
08/2/2018 18:18
Puluhan Bangunan di Pasuruan Rusak akibat Puting Beliung
(ANTARA)

PULUHAN rumah dan sebuah sekolahan di Kecamatan prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, rusak berat setelah diterjang puting beliung, Kamis (8/2). Selain bangunan rusaj, sejumlah pohon juga tumbang akibat angin kencang itu.

Adapun kondisi paling parah terjadi di Desa Watuagung. Meski muncul hanya sekitar 5 menit, puting beliung memorakporandakan permukiman warga yang dilewatinya.

Dari keterangan sejumlah warga, kemunculan puting beliung yang tidak disangka-sangka ini diawali dari cuaca yang tidak menentu sepanjang hari ini.

"Cuacanya saat itu tidak menentu, sebentar panas dengan sinar matahari yang terik, tiba-tiba turun hujan. Lalu angin kencang lagi dan ganti kembali cuaca panas. Kondisi seperti itu terjadi terus bergantian," ujar Misbah Munir, warga Watuagung.

Dari cuaca tidak menentu itu, tiba-tiba muncul angin yang didahului dengan suara yang menderu-deru dan berputaran. Angin itu seperti hanya melintas saja. Namun, daya rusaknya sangat luar biasa.

Warga yang rumahnya dilintasi puting beliung menjadi panik dan berlarian untuk mencari perlindungan. Karena atap bangunan rumahnya beterbangan ikut tersapu angin.

"Kejadiannya tidak lama dan sepertinya angin itu hanya lewat saja. Ternyata menimbulkan kerusakan yang sangat parah. Bahkan banyak orang berlarian mencari perlindungan, karena atap rumah beterbangan," ucap Zumrotin, warga lainnya.

Akibat kejadian itu, puluhan rumah, sebuah musala, dan sebuah sekolah swasta milik Yayasan Sunan Giri, mengalami kerusakan parah pada bagian atap.

Hingga saat ini, warga bersama para relawan dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, tengah melakukan pembersihan. Termasuk di antaranya memyingkirkan pohon-pohon yang bertumbangan, baik di pinggiran jalan maupun halaman rumah-rumah warga.

"Kami masih melakukan pendataan bangunan yang rusak. Ada puluhan yang rusak, tapi untuk pastinya masih didata, termasuk jenis kerusakannya, rusak berat, atau rusak ringan. Yang jelas kami sekarang berupaya mengatasi keadaan dan membersihkan bangunan yang rusak, bersama warga dan seluruh relawan," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana.

Data sementara, 32 rumah, satu musala, dan satu sekolahan mengalami kerusakan. Selain itu juga sebuah mobil rusak, terutama kacanya pecah semua. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya