Indonesia masih Alami Kekurangan Alsintan

AS/RF/BB/LN/LD/X-11
08/2/2018 09:16
Indonesia masih Alami Kekurangan Alsintan
(BIRO PERS SETPRES)

PEMERINTAH diharapkan memprioritaskan program penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani di berbagai pelosok karena jumlah alsintan masih belum mencukupi.

"Saya berharap masalah pertanian ini menjadi program tahun mendatang karena sampai saat ini di Jawa Tengah khususnya dan Indonesia u-mumnya masih kekurangan," kata anggota Komisi IV DPR, Fadholi, kepada Media Indonesia di Semarang, kemarin.

Dia mengatakan penyediaan alsintan baru mencapai 40% dari kebutuhan karena anggaran bidang pertanian hanya Rp25 triliun.

"Untuk pembangunan infrastruktur pertanian butuh sedikitnya Rp50 triliun. Jadi, harus ada koordinasi dan kerja sama dengan Kementerian PU-Pera," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ruswandi, Ketua Kelompok Tani Sabilulungan di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat. Dia mengharap bantuan traktor karena mayoritas lahan sawah di wilayah selatan itu bertipe tadah hujan.

"Banyak petani yang mempercepat tanam di musim hujan seperti sekarang. Mereka perlu dibantu pemerintah," kata Ruswandi.

Kekurangan jumlah alsintan ikut dirasakan para petani di Sulawesi Selatan.

"Satu gabungan kelompok tani yang beranggotakan 25 orang hanya punya satu alsintan, dan akhirnya petani ber-inisiatif mengadakan sendiri dengan cara seadanya," ungkap Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Sulawesi Selatan M Yunus.

Di Provinsi Bangka Belitung, jumlah alsintan juga belum sebanding dengan 24.613 hektare luas sawah yang ada.

"Kita masih membutuhkan banyak alsintan, terutama traktor, sehingga penggarapan lahan persawahan tersebut bisa maksimal," tutur Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung, Asdianto.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyumas, Jawa Tengah, Widarso berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan alsintan, tetapi juga mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) petani. Tujuannya agar penggunaan alsintan semakin optimal.

"Bantuan alsintan dari pemerintah sudah banyak, tetapi yang paling penting mempersiapkan SDM. Sekarang sudah mulai dibentuk usaha pelayanan jasa alat dan mesin pertanian, tetapi itu belum optimal," ungkapnya.(AS/RF/BB/LN/LD/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya