Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERJADINYA banjir dan tanah longsor di kawasan Puncak, Bogor, dan Jakarta, Senin (5/2), tidak terlepas dari penurunan daya dukung lingkungan di hulu Sungai Ciliwung yang berada di kawasan Cisarua, Puncak. Hutan tersisa di daerah tersebut tidak cukup lagi untuk menanggung beban lingkungan yang ada.
Kondisi itu, menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, diperparah adanya perubahan tata ruang di wilayah tersebut. Kawasan yang rawan tanah longsor itu diperparah dengan banyak munculnya permukiman serta kios-kios yang menjajakan dagangan.
Karena itu, pemerintah akan menata ulang dengan merelokasi masyarakat terutama yang berjualan di sepanjang jalur Puncak, yakni mulai kawasan Gunung Mas hingga Puncak Pass.
"Ada bidang gelincir longsoran dari tebing. Lalu di bawahnya ada warung-warung. Saya kira itu harus dikosongkan karena berbahaya sekali," ujar Basuki, kemarin.
Pemerintah pusat pun telah menyiapkan anggaran untuk penataan ruang dan merelokasi para pedagang dari titik-titik longsoran. Basuki memastikan seluruh masyarakat yang akan terdampak oleh penataan ruang kawasan Puncak akan dipindahkan ke tempat yang lebih laik dan aman.
Setelah relokasi dilakukan, pihaknya akan segera menguatkan tebing dan jalan kawasan Puncak dengan mengupas dinding-dinding yang selama ini rawan dan mengukuhkan mereka kembali sehingga risiko tanah longsor akan semakin berkurang.
Kepala Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) Institut Pertanian Bogor, Ernan Rustiadi, menilai terjadinya banjir dan tanah longsor di Bogor dan Jakarta tidak terlepas dari penurunan daya dukung lingkungan di hulu DAS Ciliwung di kawasan Puncak, Cisarua.
"Pemerintah harus serius dan mengkaji ulang peruntukan dan kesesuaian lahan untuk meningkatkan daya dukung lingkungan di kawasan Puncak yang kian hari semakin menyusut. Jika tidak, bencana serupa akan terus berulang dan menjadi semakin parah," kata Ernan yang juga Koordinator Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak tersebut.
Adapun peneliti Forest Watch Indonesia (FWI) Anggi Putra Prayoga mengatakan kawasan Puncak memang sudah mengalami kerusak-an hutan dan lahan masif bertahun-tahun.
Berdasarkan data FWI, dalam kurun waktu 2000-2016 ada seluas 5,7 ribu hektare hutan alam yang hilang di kawasan Puncak.
Menurut Anggi, deforestasi serta pelanggaran tata ruang dan perizinan di Puncak terus terjadi dan memengaruhi penurunan daya dukung lingkungan.
Ditutup
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi mengatakan penanganan tanah longsor di Puncak hingga Cianjur akan dilakukan selama 10 hari. Namun, untuk jalur Cianjur dan Ciloto, penanganan membutuhkan waktu yang lama. Hal itu diputuskan setelah rapat di lokasi tanah longsor Riung Gunung, kemarin siang, dengan kapolres, Basarnas, PU Bina Marga, dan BPBD.
Karena itu, mulai kemarin, jalur dari Gunung Mas hingga Ciloto tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali. Setelah 10 hari, pihaknya akan melakukan peninjauan dan evaluasi, apakah cukup atau diperpanjang.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan lokasi longsoran di Kabupaten Bogor kemarin merupakan daerah merah atau dengan kerawanan tanah longsor yang tinggi.
Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar, mengatakan pihaknya saat ini tengah mengirim tim guna memastikan kemungkinan terjadinya tanah longsor susulan.
Di lain sisi, tim gabungan evakuasi bencana tanah longsor di jalur kereta api jurusan Bogor-Sukabumi Km 13.800 sepanjang 40 meter dilaporkan menemukan lima jasad korban. Namun, dari lima korban, dua jasad dinyatakan tidak utuh.(Dhk/DD/EM/SM/Ant/X-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved