Pemprov Babel Setop Cetak Sawah Baru

RF/Ant/X-3
06/2/2018 07:35
Pemprov Babel Setop Cetak Sawah Baru
(Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan -- MI/Rendy Ferdiansyah)

DI tengah harap-harap cemas menunggu masa panen di awal Maret, Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan menginstruksikan dinas pertanian menyetop program pencetakan sawah baru seluas 4.200 hektare (ha) yang dikerjakan bersama TNI.

Erzaldi menghentikan proyek yang diputus tahun lalu itu karena ternyata mubazir. Sebelumnya, ia berharap dengan mencetak cetak sawah baru Babel dapat mengurangi ketergantungan pasokan beras dari Jawa atau daerah lain di Sumatra.

"Percuma kita mencetak sawah baru banyak-banyak tetapi hasilnya juga enggak maksimal. Masih banyak persawahan yang belum memiliki irigasi. Saya lebih memilih membangun atau memperbaiki irigasi agar petani dapat memetik panen maksimal. Tidak seperti saat ini, ketika hujan, sawah mereka terendam. Di saat kemarau, kesulitan air. Ini semua kan karena irigasi," kata Erzaldi kepada Media Indonesia, kemarin.

Provinsi Babel menggarap proyek sawah baru sejak empat tahun silam untuk meningkatkan produksi beras di Kabupaten Bangka, Bangka Selatan, Bangka Barat, Belitung, dan Belitung Timur.Program bantuan pencetakan sawah baru dimulai pada 2014 seluas 2.500 ha, pada 2015 seluas 2.495 ha, pada 2016 seluas 7.130 ha, dan di 2017 seluas 4.200 ha.

Menurut Erzaldi, kini pihaknya akan menata kembali persawahan yang sudah ada di Babel dengan membangun dan memperbaiki irigasi agar hasil panen petani maksimal. "Saya minta dinas pertanian memaksimalkan saja sawah-sawah yang ada."

Kepala Dinas Pertanian Babel, Toni Batubara, mengatakan gubernur memintanya menggarap optimal 22 ribu ha sawah lama dan yang sudah telanjur dicetak. "Maret nanti kami panen. Luasnya sekitar 11.500 ha dengan hasil sekitar 30 ribu ton."

Produksi beras Babel pada 2016 dan tahun lalu, lanjut Toni, rata-rata sekitar 16 ribu ton. Hasil itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mencapai 114 ribu ton lebih setiap tahun. "Kami masih butuh pasokan sekitar 90 ribu ton lebih per tahun."(RF/Ant/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya