Pemerintah Bangun Kawasan Terpadu untuk Orang Rimba

Solmi
05/2/2018 19:34
Pemerintah Bangun Kawasan Terpadu untuk Orang Rimba
(AFP PHOTO / GOH CHAI HIN)

PEMERINTAH melalui dukungan APBN dan APBD dalam waktu dekat akan membangun kawasan permukiman terpadu bagi kelompok masyarakat adat terpencil, Orang Rimba (Suku Anak Dalam) di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Rencana pembangunan kawasan terpadu yang berdayaguna untuk pemberdayaan kehidupan Orang Rimba yang bertebaran di sekitar Taman Nasional Bukit Duabelas tersebut, dikemukakan Bupati Sarolangun Cek Endra kepada Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar, di Kantor Gubernur Jambi, Senin (5/2).

Cek Endra menyebutkan, untuk rencana pembangunan dimaksud, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare dan dukungan biaya dari APBD sebesar Rp5 miliar.

"Kami sudah menyiapkan lahan 10 hektare untuk membangun kawasan terpadu SAD (Orang Rimba) yang bermukim di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD)," papar Cek Endra.

Cek Endra menjelaskan, di kawasan terpadu akan dibangunkan sarana dan prasarana kebutuhan Orang Rimba, seperti pusat pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan kependudukan melalui UPTD, pendopo tempat berkumpul komunitas SAD, dan pembangunan lahan usaha bagi SAD.

Lokasinya dekat Desa Lubuk Jering, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Desa tersebut berada di kaki TNBD, di tengah-tengah
kawasan domisili ketemenggungan Orang Rimba. Melalui kawasan terpadu, mereka akan berkumpul dan mengetahui perkembang dunia luar.

Sesuai perencanaan, tahun ini di kawasan terpadu akan dibangun sebanyak 50 unit rumah Orang Rimba, yang semua biaya pembangunannya ditalangi pemerintah pusat. Namun, berdasarkan aspirasi Orang Rimba, Cek Endra masih akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait model konstruksi rumah yang per unitnya dianggarkan Rp113 juta.

Menurut Cek Endra, Orang Rimba menginginkan rumah bertiang, bukan rumah beton tanpa tiang. Namun untuk akses jalan sekitar 11 kilometer bagi Orang Rimba menuju Kawasan Terpadu, Cek Endra meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jambi untuk meyakinkan pihak Balai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) supaya bisa dibuka.

"Hanya jalan setapak yang bisa ditempuh sepeda motor. Jalan itu penting untuk memudahkan akses, terutama untuk memaksimalkan pelayanan pemerintah kepada SAD yang berada di sekitar kawasan TNBD," katanya.

Sementara, Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar, mengatakan, pihaknya menyambut positif rencana pembangunan kawasan terpadu buat Orang Rimba. Menurutnya, program tersebut merupakan wujud dari semakin hadirnya negara buat memajukan dan menyejahterakan kehidupan Orang Rimba di Jambi.

Namun, Wagub mengingatkan, jika sudah dilaksanakan pembangunan kawasan terpadu tersebut hendaknya diawasi secara baik supaya tepat guna dan berhasil guna bagi kemajuan Orang Rimba di Sarolangun.

Menurut catatan pemerintah setempat, pupulasi SAD di wilayah Sarolangun sebanyak 553 Kepala Keluarga (KK) dengan 2.121 jiwa, sekitar 0,9 jumlah penduduk Sarolangun. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya