Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memerintahkan semua kader harus memenangkan calon kepala daerah yang diusung PAN dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018.
Karenanya, semua kader diinstruksikan wajib memenangkan semua kandidat. Adapun kandidat calon kepala daerah terbaik dalam memajukan daerah yang didukung PAN, yakni calon Gubernur dan Wakil Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak.
Di Kota Malang, calon Wali Kota Ya'qud Ananda Gudban dan calon Wakil Wali Kota Achmad Wanedi diusung Hanura, PAN, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan NasDem.
Ia meyakini para calon gubernur dan wakil gubernur, serta calon wali kota dan wakil wali kota tersebut bisa memberikan kemajuan dan perubahan sehingga rakyat menjadi sejahtera.
"Jangan korupsi," kata Zulkifli berpesan kepada calon kepala daerah yang diusung partainya tersebut di Malang, Jawa Timur, Senin (5/2).
Ia melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur untuk memperkuat kader di daerah dalam menghadapi Pilkada serentak. Pada kesempatan itu, Ketua MPR itu juga menyinggung soal Gubernur Jambi Zumi Zola yang dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Serahkan proses hukum ke KPK," ujarnya.
Demikian juga dengan kasus Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko yang juga terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. PAN rencananya akan mendukung Nyono dalam Pilkada, tetapi setelah yang bersangkutan menjadi tersangka dugaan korupsi, lanjut Zulkifli, pihaknya akan mengalihkan dukungan ke calon lain.
"Itu gugur, nanti kita tidak mengusung lagi, tapi mendukung. Kalau gugur, kita mengalihkan dukungan ke kader lain. Soal koalisi bisa beda, nantilah lihat perkembangan," imbuhnya.
KPK menetapkan Zumi Zola sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi soal penerimaan hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi. Sedangkan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko terkena OTT KPK lantaran diduga menerima suap dari Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Sulestyowati. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved