Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BOCAH berinisial AA yang tertembak polisi saat penangkapan bandar narkoba di Jalan Ampera Medan, masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan, Sumatra Utara. Kondisi AA mulai membaik setelah tertembak di bagian betis sebelah kanan.
"Dia masih perawatan. Tertembak hanya di bagian kaki. Dalam beberapa hari ini masih dirawat. Pengobatannya akan kita fasilitasi," kata Kapolsek Medan Timur, Kompol Wilson Bugner, Jumat (2/2).
Wilson menyebutkan, bocah berusia 14 tahun itu setelah dites urine ternyata positif narkoba. AA pernah aktif menggunakan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi. Karena itu, polisi akan mengarahkan agar AA direhabilitasi setelah keluar dari rumah sakit.
"Dia akan dikembalikan ke keluarganya, karena dia masih anak-anak. Nanti akan kita diarahkan untuk rehabilitasi. Karena harus permohonan keluarga. Kita juga minta keluarganya untuk membuat surat pernyataan agar memperhatikan anaknya," jelas Wilson.
Begitu pun, menurut dia, polisi masih mendalami peran AA. Karena saat penggerebekan bandar narkoba, AA berada dalam kerumunan massa yang menyerang polisi. Massa terprovokasi dengan pelaku yang meneriaki polisi sebagai maling.
"Tapi perannya masih kita dalami. Dalam kerumunan massa itu, ada dia. Kenapa dia malam-malam ada di situ, padahal dia anak-anak. Dia bukan sengaja ditembak, tapi tidak sengaja tertembak. Tapi saat kerumunan massa itu menyerang, dia ada di sana," ungkapnya.
Polisi juga telah memintai keterangan AA. Pengakuan bocah itu, dia berada di TKP penangkapan untuk berjualan. Rumah AA memang berjarak sekitar 3 km dari TKP penangkapan bandar narkoba.
"Sudah ada dimintai keterangannya. Bukan di BAP ya, tapi secara lisan. Dia alasannya bantu-bantu jualan. Padahal di situ tak ada jualan. Tapi karena dengar warga menyerang polisi, dia ikut di situ. Pertanyaannya, ngapai dia di situ. Tapi nanti kita fokus ke anak dalam hal rehabnya," pungkasnya.
Sebelumnya, AA tertembak saat personel Polsek Medan Timur menangkap dua orang pengedar narkotika di Jalan Ampera Medan, Rabu (31/1), pukul 01.30 WIB dini hari.
Kejadian berawal saat personel melakukan penangkapan di Jalan Ampera Medan. Polisi menangkap dua pemakai dan pengedar narkotika atas nama Siwa Kumar, 24, dan Hendriyan, 36. Keduanya warga Jalan Ampera 3 Glugur Medan.
Namun, saat akan diboyong, kedua pelaku memprovokasi warga dengan meneriaki polisi maling. Warga yang terprovokasi langsung mengejar polisi dan melempari mobil polisi pakai batu hingga rusak.
Bahkan kesempatan itu dimanfaatkan salah seorang pelaku berinisial B untuk kabur. Ternyata, pada saat itu, AA bocah laki-laki tersebut juga berada di lokasi dan tertembak. Saat dilakukan tes urine, AA positif mengonsumsi amphetamine dan methenamine. (MTVN/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved