Raja Pagaruyung Minangkabau Mangkat

Yose Hendra
02/2/2018 19:46
Raja Pagaruyung Minangkabau Mangkat
(ANTARA)

RAJA Pagaruyung Sultan Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Mudo Mangkuto Alam mangkat dalam usia 69 tahun di RSUP M Djamil Padang, Kamis (1/2) malam. Almarhum dimakamkan di pemakaman Komplek Istano Salinduang Bulan, Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, usai salat Jumat.

Kakak almarhum Sultan Taufiq, Puti Reno Raudah Thaib, mengatakan, saudaranya itu meninggal sekitar pukul 21.05 WIB setelah dirawat 16 hari di rumah sakit.

"Ada flek yang menyebab penyumbatan di bagian kepala. Usaha dokter secara medis sangat maksimal, tapi akhirnya kehendak Allah yang berlaku," ujarnya.

Syahdan, kepergian kerajaan yang pernah eksis di tanah Minangkabau, bahkan meluas hingga Negeri Sembilan, Malaysia, ini, meninggalkan duka mendalam bukan hanya bagi keluarga besar, tapi juga masyarakat Minang sendiri.

Sang raja menjalani proses sebuah kerajaan dalam pemakamannya. Dari RSUP M Djamil, jenazahnya terlebih dahulu dibawa ke rumah istri di Sungai Tarab, Tanah Datar. Kemudian dibawa ke Istano Salinduang Bulan, Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (2/2), sekitar pukul 11.00 WIB.

Di istana tersebut, jenazah Taufik Thaib dibaringkan. Para pelayat berdatangan melihatnya. Pelayat datang dari keluarga besar kerajaan hingga tokoh Sumatra Barat. Antara lain, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Bupati Agam Indra Catri, anggota DPR Fadli Zon, Raja Kinali Yang Dipertuan Kinali Mustika Yana.

Adik almarhum, Sutan Muhammad Yusuf Tuanku Mudo Rajo Disambah, menambahkan, di antara pelayat juga datang dari lembaga Rajo Duo Selo, Basa Ampek Balai, Langgam Nan Tujuah, Anjuang Nan Ampek, Rajo-rajo Sapiah Balahan, Kudung Karatan, Kapak Radai, dan Timbang Pacan, hampir seluruh Minangkabau, serta juga datang utusan dari Negeri Sembilan, Malaysia, dan Kerajaan Hasadoan dari Tapanuli.

Dia mengatakan, ucapan belasungkawa juga diterima dari keraton dan kerajaan yang ada di Nusantara melalui grup sosial media atau pun menelepon langsung.

"Karena jarak, waktu, mereka gak bisa datang langsung. Namun mereka memberitahu dan menelepon mengucapakan belasungkawa mendalam," ujarnya.

Bupati Dharmasray, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, yang merupakan keluarga besar kerajaan (sapiah balahan), mengucapkan duka mendalam. Dikatakannya, almarhum semasa hidup sangat aktif dan memberikan ilmu tentang budaya dan adat Minankabau.

"Berat bagi kami kehilangan beliau. Semoga diberi kemudahan dan diterima di sisi Allah SWT," tukas Sutan Riska.

Lalu apakah langsung ada pengganti? Tuanku Mudo Rajo Disambah mengatakan, kesepakatan keluarga rajo tagak sakato alam.

"Mengingat waktu singkat, jabatan daulat kembali ke Mandeh Soko (Tuan Gadih Rauda Thaib). Kemudian nanti baru dirapatkan lagi," terangnya.

Namun yang pasti, jelasnya, yang berhak menyandang gelar Daulat Raja Alam Pagaruyuang, anak Tuan Gadih, artinya anak keturunan Salinduang Bulan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya