Pemkab Sleman akan Perbanyak Sekolah Siaga Bencana

Agus Utantoro
01/2/2018 20:06
Pemkab Sleman akan Perbanyak Sekolah Siaga Bencana
(ANTARA FOTO/Noveradika)

MENYADARI beragamnya potensi bencana yang dapat terjadi, Pemerintah Kabupaten Sleman akan memperbanyak pembentukan Sekolah Siaga Bencana (SSB) pada 2018 ini.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, di Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (1/2), mengatakan, pembentukan SSB tersebut sangat penting karena dalam setiap mitigasi bencana, selalu memerlukan partisipasi banyak pihak termasuk di antaranya kalangan pelajar.

"Bukan hanya relawan kebencanaan, tetapi juga seluruh komponen masyarakat termasuk di antaranya para pelajar," kata Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, pada gladi lapang pembentukan SSB di SMA Negeri 1 Ngemplak.

Para pelajar, lanjutnya, juga harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi bencana dengan harapan kesiapsiagaan tersebut dapat bermanfaat dalam mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Karena itulah, jelasnya, perlu adanya SSB.

Dalam kegiatan tersebut, Sri Muslimatun berkesempatan langsung mengukuhkan SMAN 1 Ngemplak sebagai SSB. Dengan dikukuhkannya SMAN 1 sebagai SSB, total jumlah sekolah yang telah dikukuhkan sebagai SSB di Kabupaten Sleman yaitu 47 sekolah.

Pada 2018 ini, kata Wakil Bupati Sleman, ditargetkan 8 SSB, dan hari ini adalah angkatan pertama sekolah yang dikukuhkan sebagai SSB pada 2018.

Ia mengatakan, agar mitigasi dapat memberikan manfaat yang optimal diimbau kepada semua pihak agar memiliki kesadaran untuk memberi pemahaman mitigasi kepada anak didik atau para pelajar.

Kepala BPBD Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto, mengatakan, Kabupaten Sleman memiliki tujuh ancaman bencana di antaranya erupsi Gunung Merapi, banjir, angin puting beliung, tanah longsor, kekeringan, kebakaran, dan gempa bumi.

Menurut dia, BPBD Kabupaten Sleman berusaha untuk mengimplementasian dengan membangun sinergis antarelemen.

"Sararannya adalah terwujud masyarakat yang tanggap dan tangguh dalam menghadapi bencana," katanya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya