Menkop Sebut 43 Ribu Koperasi tidak Sehat Harus Dibubarkan

Agus Utantoro
30/1/2018 21:06
Menkop Sebut 43 Ribu Koperasi tidak Sehat Harus Dibubarkan
(MI/Adam Dwi)

MENTERI Koperasi, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, mengatakan, saat ini peningkatan kualitas koperasi menjadi fokus pengembangan koperasi di Indonesia. Hal ini, kata Menkop, menjadi lebih penting ketimbang memiliki koperasi dalam jumlah yang sangat banyak tetapi tidak berkualitas.

Di depan peserta Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (30/1), Menteri Puspayoga lebih lanjut mengemukakan, data di Kemenkop saat ini Indonesia terdapat sekitar 72.000 koperasi dengan kategori sehat, dan 75.000 koperasi yang masih harus dibina agar menjadi sehat.

"Namun masih ada sekitar 43.000 koperasi yang tidak sehat dan harus dibubarkan. Koperasi tidak perlu banyak tapi harus berkualitas. Kalau koperasi yang kualitasnya tidak baik akan dibubarkan," jelasnya.

Lebih lanjut Puspayogya mengungkapkan, kebijakan reformasi koperasi ini merupakan jawaban atas permintaan dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar koperasi bisa semakin maju dan berperan dalam mendorong perekonomian Indonesia.

"Dalam waktu dua tahun sejak mulai diimplementasikan pada 2014 silam, reorientasi ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Sebelumnya, dari zaman Indonesia merdeka PDB koperasi selalu berada di angka satu koma sekian persen. Namun, akhirnya pada 2016 mencapai hampir 4%," tutur Puspayoga.

Selain itu, pada tahun yang sama rasio wirausaha yang sebelumnya juga tidak mencapai 2% akhirnya meningkat ke level 3,01%. Di tengah tren peningkatan kegiatan wirausaha, koperasi pun bisa berperan sebagai penyalur kredit usaha.

Di depan peserta RAT itu, Menkop menantang UGM untuk bisa membuat koperasi yang lebih besar dengan melibatkan ribuan mahasiswa, dosen, karyawan, serta alumni.

"Sekarang memang sudah ada Kopma (UGM), tapi mungkin bisa tidak kalau melibatkan dosen, alumni yang jumlahnya puluhan ribu, kalau semua digabung, gotong-royong mungkin proyek APBN bisa diambil," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Puspayoga memuji Kopma UGM.

"Saya rasa tidak perlu diragukan lagi, Kopma UGM adalah contoh bagi koperasi-koperasi yang lain," ujarnya saat membuka RAT Kopma UGM di Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) UGM. (AT/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya