Aroma Kopi Ulee Kareng hingga Jakarta

Ferdian Ananda Majni
28/1/2018 15:30
Aroma Kopi Ulee Kareng hingga Jakarta
(MI/FERDIAN ANANDA M)

SIAPA yang tak mengenal kopi legendaris Ulee Kareng. Kopi jenis robusta ini berasal dari Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Aceh. Solong, warung kopi di Jalan T Iskandar Muda, kawasan Simpang Tujuh Ulee Kareng, Banda Aceh, ini menjadi pelopor yang melejitkan kopi Ulee Kareng.

Menariknya, meski tidak memiliki kebun kopi, kawasan ini menjadi sentral pengelolaan biji kopi sejak dulu. Jadi, dari mana asal kopi itu? Green bean robusta itu didatangkan dari kawasan Aceh Jaya dan sebagian dataran rendah wilayah Barat Aceh. Tapi untuk menikmati kopi ini, tidak perlu jauh ke Aceh. Kini Anda bisa menikmati kopi Ulee Kareng di Boulevard Coffee and Resto.

Beragam olahan kopi robusta dan arabika serta makanan autentik khas Bumi Serambi Mekah ini tersedia di tempat ini. Kamis (25/1) sore, Media Indonesia berkesempatan datang ke kedai yang terletak di kompleks Boulevard Apartemen, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Begitu berjalan menuju arah belakang apartemen itu, aroma kopi Ulee Kareng menyeruak ke udara. Layaknya di Aceh, restoran ini tidak bersekat sehingga pengunjung bisa berbaur. Manager Boulevard Coffee and Resto Aulia Nur mengaku mereka tampil beda dari kebayakan kafe yang mengusung tema kopi Aceh di Jakarta.

"Kehadiran kami berbeda, menawarkan kopi Ulee Kareng dengan proses klasik persis seperti warung kopi di Aceh kebanyakan. Pasti kopi Ulee Kareng disajikan dengan proses saring. Nah, kami mendatangkan orangnya langsung dari Aceh," katanya. Bukan tanpa alasan, menurut Aulia, proses racikan hingga saringan kopi Ulee Kareng membutuhkan keterampilan dan keahlian khusus dalam menyeduh kopi pahit itu. Meski dominan menawarkan kopi Ulee Kareng, bukan berarti mereka tidak menawarkan kopi Gayo jenis arabika. Pasalnya, Aceh merupakan surganya kopi, tidak lengkap jika dua jenis kopi ini harus dipisahkan.

"Kami juga ada arabika Gayo, ini agar mereka yang ingin coba kopi Aceh bisa merasakan dua-duanya. Tapi memang 70% yang ke sini, minum Kopi Ulee Kareng," sebutnya. Varian kopi lain yang ditawarkan ialah Sanger Robusta. Minuman ini merupakan paduan kopi dengan sedikit susu dan gula. Sanger bisa dijadikan pilihan bagi penikmat kopi pemula.

Fakultas kopi

Mendengar nama Fakultas Kopi, mungkin dalam bayangan Anda salah satu jurusan dari kampus yang menuntut mahasiswanya belajar tentang kopi hingga menjadi pengamat kopi atau profesor kopi. Namun, 'fakultas' ini ialah kedai kopi bak laboratorium belajar kopi. Mulai minum kopi hingga belajar menjadi barista ada di sini. Fakultas Kopi menjadikan unsur edukasi sebagai kekuatan pembeda dan daya saingnya.

Mereka juga memiliki persediaan biji kopi yang berasal varietas kopi arabika yang terbilang langka, misalnya abyssinia, typica, bourbon, atau pacamara. Kopi-kopi itu diproduksi oleh tim sendiri di Tanoh Gayo dan sudah mengikuti standar pengolahan internasional. Owner Fakultas Kopi, Aljunishar, mengatakan butuh komitmen yang kuat untuk menjaga kualitas dan keunikan di tengah booming-nya kedai kopi. Tapi tidak semua kopi yang disedikan ialah kopi pekat. Fakultas ini menyediakan sanger untuk pemula yang ingin mencintai kopi.

"Kami sudah menciptakan beberapa varian sanger dengan memiliki banyak pilihan, ada Sanger Machiato, Sanger Picolo atau Sanger Oreo. Membanggakan bagi penikmat atau warga Aceh pada umumnya karena pada awal diperkenalkan Sanger ini ialah kopi susu ala mahasiswa di Ulee Kareng Banda Aceh," katanya. Secara bisnis, konsumen kopi specialty atau berkualitas semakin tumbuh seiring berkembanganya pemahaman masyarakat tentang kopi. Meski masih berkisar 15% dari jumlah kopi arabika yang beredar di pasaran, pemesanan kopi arabika specialty terus meningkat, seperti yang dilakukan Fakultas Kopi dengan memasok 50 kg green bean ke beberapa kedai kopi di Medan, Jakarta, Yogyakarta, dan Bali. (M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya