Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Disaster Response Unit (Deru) turun langsung ke Agats, Asmat, Papua, untuk membantu penanganan masalah gizi buruk.
Tim UGM tersebut terdiri atas 7 orang dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Pengabdian Masyarakat UGM, Dr Rachmawan Budiarto, serta Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat, Nanung Agus Fitriyanto PhD.
Rachmawan menuturkan, pengiriman tim Deru UGM ini terbagi dalam dua gelombang, yakni Rabu (24/1) dan Kamis (25/1) lalu. Tim ini akan bersinergi dengan pemkab setempat, Kementerian Kesehatan, dan TNI dalam penanganan masalah gizi buruk dan berbagai dampaknya di sana.
"Ini nanti sekaligus menyiapkan tim UGM selanjutnya (jumlah lebih besar) untuk program multidisiplin jangka menengah,"papar Rachmawan melalui keterangan pers, Minggu (28/1).
Yang dilakukan tim di sana, kata Rachmawan, antara lain aktif rapat koordinasi dengan Satgas yang dipimpin oleh Danrem (selaku Dan Satgas) serta Bupati Agats, melakukan diskusi dengan pemkab, TNI, dan Kemenkes, serta terjun langsung di beberapa distrik.
"Bahkan tim UGM juga memasang sistem sel surya 200 Wp di Puskesmas setempat yang belum ada listrik PLN guna menunjang operasional layanan kesehatan," katanya.
Rachmawan menggambarkan kondisi lapangan di sana seperti transportasi di Timika-Agats yang sangat terbatas. PLN juga baru menjangkau 2 dari 23 distrik. Ia melihat penanganan kondisi darurat telah berjalan baik yang dilakukan oleh pemkab, TNI, Polri, Kemenkes, gereja, unsur adat, LSM, serta sejumlah institusi/lembaga lainnya.
"Kondisi sosial budaya suku Asmat memberi tantangan berat dalam peningkatan aspek kesehatan dan kesejahteraan," urai Rachmawan.
Senada dengan itu, Nanung mengatakan ada beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan di Agats. Rekomendasi itu antara lain dukungan sistemik komprehensif kepada Kabupaten Asmat (tidak hanya Distrik Agats) sebagai tindak lanjut penanganan kondisi darurat ini.
Selain itu, diperlukan program menengah, antara lain dalam bentuk pengiriman sejumlah tim multidisiplin.
"Dalam waktu dekat pengiriman tim yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, dan dokter kesehatan masyarakat sangat diperlukan. Untuk program menengah perlu juga bersinergi dengan multi stakeholders dalam mendukung Kabupaten Asmat dalam pembangunan di sektor infrastruktur dasar, seperti listrik dan air bersih serta kesehatan lingkungan," tambah Nanung.
Seperti diberitakan, hingga saat ini total yg meninggal dunia di Kabupaten Asmat adalah 70 orang yang terdiri atas 66 orang karena campak dan 4 orang karena gizi buruk. (AU/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved