Dokter di National Hospital Juga Pernah Dilaporkan Dugaan Pelecehan Seksual

Amaluddin
26/1/2018 20:29
Dokter di National Hospital Juga Pernah Dilaporkan Dugaan Pelecehan Seksual
(thinkstock)

ADA dua kasus pelecehan seksual di Rumah Sakit National Hospital. Sebelum terjadi kasus pelecehan seksual oleh perawat terhadap pasien, pernah juga terjadi kasus serupa oleh dokter terhadap calon perawatnya.

"Ada dua kasus, kasus pertama dugaan pelecehan seksual oleh dokter kepada calon perawat. Nah, yang kedua adalah kasus oknum perawat terhadap pasien," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, dikonfirmasi, hari ini.

Kasus yang pertama, kata Barung, saat ini tengah ditangani Polda Jatim. Sedangkan kasus oknum perawat terhadap pasien ditangani Polrestabes Surabaya.

Barung mengatakan calon perawat yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh dokter ini sudah melaporkan ke Polda Jatim pada Agustus 2017. Pelapor mengaku dilecehkan oknum dokter di National Hospital berinisial R, saat ia menjalani tes masuk sebagai perawat di National Hospital.

"Kasus ini sudah tingkat penyidikan, tetapi belum ada tersangka. Dokter yang dilaporkan juga sudah dimintai keterangan," ujar Barung.

Kuasa hukum pelapor, Okky Suryatama, menjelaskan kasus yang menimpa kliennya (inisial O) terjadi pada Rabu, 23 Agustus 2017, pagi. "Waktu itu klien saya lulus (pendidikan) perawat, terus melamar jadi perawat (di National Hospital)," kata Okky, saat dikonfirmasi.

O, lanjut Okky, lalu diminta datang ke National Hospital Surabaya sekitar pukul 09.00 WIB untuk menjalani tes kesehatan. Kemudian oknum dokter mengarahkan O ke ruangan medical check up. "Semula ada tiga dokter laki-laki dan satu perawat perempuan menemani O di dalam ruangan. Kemudian yang lain ke luar, tinggal satu dokter berinisial R di dalam ruangan bersama klien saya," katanya.

Beberapa saat kemudian, lanjut Okky, oknum dokter meminta O membuka baju. Dada kliennya diremas-remas. "Bukan hanya itu, oknum dokter juga meminta O agar membuka pakaian bawah. Bagian alat vital klien saya lalu dimasukkan dengan jari oleh dokter itu," katanya.

Karena merasa aneh, O menanyakan cara R mengetes itu. "Dokternya diam saja. Tetapi klien saya bertanya ke dosennya, katanya tidak harus begitu cara mengetes jadi perawat. Akhirnya klien saya langsung laporan ke Polda dan divisum," ucap Okky.

Berdasarkan penjelasan pihak Kepolisian, lanjut Okky, kasus ini sudah masuk dalam tahap penyidikan. Tetapi, sampai kini oknum dokter itu belum ditetapkan sebagai tersangka. "Sudah berbulan-bulan si dokter itu belum jadi tersangka," kata Okky. ((MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya